Warta

Agresi Israel Bermotif Ekonomi

NU Online  ·  Senin, 14 Agustus 2006 | 10:47 WIB

Jakarta, NU Online
Agresi Israel ke Lebanon dan Palestina merupakan bagian dari skenario yang dirancang untuk menguasai sumberdaya ekonomi dunia. Perang menjadi awalan untuk melegitimasi penjajahan modern.

Pernyataan sikap itu disampaikan oleh Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) saat melakukan aksi di depan perwakilan International Monetary Fund (IMF) di Jakarta, Senin (14/8).

<>

FKPI merupakan gabungan dari 10 organisasi kepemudaan di Indonesia, yakni GMKI, PMII, GMNI, IMM, IRM, IPNU, IPPNU, HIKMAHBUDHI, KMHDI, dan PMKRI. Sebelumnya FKPI berorasi di depan Kedutaan Besar AS dan Istana Negara.

Dikatakan, agenda ekonomi politik imperialisme modern melalui paradigma neoliberalisme dengan proses privatisasi, liberalisasi dan deregulasi adalah biang keladi dari konflik yang terjadi di Timur Tengah dan di berbagai belahan dunia lainnya.

“Dalam pandangan Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia bahwa motif konflik yang terjadi di Timur Tengah merupakan kepentingan penguasaan sumberdaya ekonomi-politik dunia dengan target antara kawasan Timur Tengah oleh para imperialis modem yang dikomandoi Amerika Serikat,” demikian dalam pernyataan sikap yang ditandatangani bersama.

Neoliberalisme telah mengubah tatanan dunia menjadi hanya berpusat pada paradigma ekonomi dan tidak memperhitungkan bangunan peradaban yang manusiawi. FKPI menyatakan, neoliberalisme dengan logika pasarnya secara sistemik menghancurkan semua bentuk struktur kolektif dari keluarga hingga negara bangsa.

Semua bentuk struktur kolektif tersebut dianggap sebagai hambatan bagi berjalannya pasar murni. Maka politik deregulasi keuangan menjadi prioritas utama negara-negara imperialis. Kemudian semua bentuk persetujuan multilateral diarahkan untuk melindungi perusahaan-perusahaan asing dan investasi mereka dari campur tangan negara-negara yang ditempati.

“Dalam paradigma neoliberalisme inilah perang dalam bentuk apapun dihalalkan,” kata Ketua Umum IPNU Idy Muzayyad yang menjadi Koordinator aksi. “Agresi itu dengan dalih apapun juga tidak dapat dibenarkan, demi kemanusian dan keberlanjutan perdamaian, barns segera dihentikan. Arogansi Israel tersebut merupakan tindak pidana dan pelanggaran hukum internasional yang harus diberikan sanksi,”

Dikatakan, negara-negara imperialis seperti AS beserta sekutu dan antek-anteknya bahkan berkolaborasi dengan pemerintahan di berbagai negara, nyata-nyata melakukan praktek penjajahan baru lewat operasi militer seperti perang melawan teroris, operasi ekonomi-politik melalui WTO, World Bank, IMF, dan TNC, dan operasi ilmu pengetahuan alias hegemoni budaya. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang