Warta

Ahmadinejad: Hentikan Mengancam

NU Online  ·  Sabtu, 19 Desember 2009 | 02:49 WIB

Kopenhagen, NU Online
Iran bersedia mencapai kesepakatan mengenai pengayaan uranium jika Amerika Serikat dan Barat menghormati Republik Islam tersebut dan berhenti mengeluarkan ancaman. Karena upaya untuk menyelesaikan persoalan nuklir secara damai masih terbuka.  Demikian dinyatakan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Kopenhagen, Jum'at (18/12).

"Semuanya mungkin, 400 kilo, 800 kilo, itu bukan apa-apa bagi pengayaan di luar negeri. Tetapi bukan dalam suasana saat mereka mengancam kami. Mereka harus mengubah kosakata dengan penghormatan dan keabsahan. Dalam kasus ini, kami akan mengatakan, baik lah anda ingin berpegang pada kata-kata anda, dalam kasus ini kami siap duduk di satu meja untuk mencapai kesepakatan," kata Ahmadinejad dalam satu wawancara di ibukota Denmark itu.<>

Pemerintah Presiden AS Barack Obama telah mengisyarakatkan waktu hampir habis bagi Iran untuk meraih tawaran mengenai keterlibatan diplomatik bagi penyelesaian masalah nuklir. AS dan lima negara lain di dunia yang berusaha mengekang ambisi nuklir Iran dijadwalkan berkonsultasi melalui telepon pada 22 Desember, di tengah ancaman mengenai babak keempat sanksi PBB atas Teheran.

Washington telah mendesak Iran agar menerima usul PBB bagi Iran untuk mengirim 1.200 kilogram uraniumnya yang diperkaya pada tingkat rendah ke Rusia 'dalam satu tumpuk'. Ahmadinejad mengatakan 1.200 kilogram bukan jumlah yang terlalu banyak. "Mereka mengancam kami sekarang, dengan sanksi, dengan resolusi. Tekanan itu kemunduran," kata Ahmadinejad. (ant)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang