Aisyah Wahid: Tidak Perlu Heboh Tentang Wali
NU Online · Kamis, 24 Februari 2011 | 14:16 WIB
Fenomena ambrolnya makam Pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng yang kemudian dianggap sebagai pertanda kewalian karena diceritakan kelihatan kafannya yang masih putih bersih, tidaklah perlu disikapi berlebihan. Makam yang ambrol adalah hal biasa, terutama jika terguyur hujan dalam waktu yang lama.
Demikian adik kandung Gus Dur Aisyah Wahid dalam perbincangan dengan NU Online di kediamannya Bilangan Kemang, Kamis (24/2). Isteri KH Hamid Baidhowi ini berharap, masyarakat tidak perlu menghebohkan kewalian Gus Dur.
/>
"Tidak perlu heboh tentang wali. Karena hanya Allah dan para wali yang tahu tentang wali," tutur Aisyah.
Lebih lanjut mantan anggota DPR RI ini mengungkapkan, kejadian sebenarnya tidaklah seheboh yang diperbincangkan media dan masyarakat. Karenanya, Aisyah berharap masyarakat tidak perlu membahasnya berlarut-larut.
"Makam Gus Dur telah empat kali longsor. Makam itu longsor karena dahulu waktu dikebumikan tidak ada yang berani memadatkan urugannya. Ndak sopan katanya," tandas Aisyah. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
5
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
6
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
Terkini
Lihat Semua