Akad Elektronik di Terminal Hijrah Efektif Bantu Administrasi
NU Online · Rabu, 5 Oktober 2011 | 16:38 WIB
Madinah, NU Online
Proses akad jual beli elektronik terhadap para jemaah haji Indonesia dari Jeddah ke Madinah berlangsung efektif saat dilaksanakan di Terminal Hijrah, Madinah, pada musim haji 1432H/2011 ini.
Muhammad Ramli, Wakasektor Terminal Hijrah menjelaskan bahwa saat ini proses pendataan dan administrasi para jemaah Indonesia dengan "Akad Elektronik" hanya membutuhkan waktu antara 5-10 menit saja. Setelah itu, jemaah bisa langsung dibawa kepemondokannya masing-masing.
<>"Tahun lalu, proses pendataan administrasi jemaah bisa memakan waktu setengah sampai 1 jam," kata Ramli didampingi Amiluddin Mohamad saat ditemui di Terminal Hijrah, Madinah, Selasa (4/10).
Ramli menuturkan bahwa hingga saat ini sudah ada 17 kloter yang masuk ke terminal Hijrah atai diperkiraan jemaah yang datang dari Jeddah itu sudah mencapai 6.120 orang.
" Prosesnya paling lima menit, satu rombongan. Sempat terjadi kelambatan karena terjadi antrian...ada beberapa negara juga validasi...paling lama setengah jam, karena padatnya jemaah lain," katanya.
Kepala Panitia Penyelanggaraan Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari mengatakan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia telah bekerja sama memberlakukan "Akad Elektronik" atau perjanjian elektronik saat jemaah haji Indonesia memasuki terminal Hijrah Madinah.
"Dengan adanya Akad Elektronik itu, maka diharapkan masa tunggu penyelesaian administrasi di terminal Hijrah jadi sepuluh menit dari biasanya waktu yang dibutuhkan jemaah setengah jam lebih. Mudah-mudahan ini bisa menjadikan pelayanan lebih baik lagi," kata Jauhari.Â
Â
Redaktur : Syaifullah AminÂ
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua