Jakarta, NU.Online
Pakar Fiqh kenamaan dari Syiria Dr. Wahbah Al-Zuhaili mengatakan syi'ah bukanlah ancaman bagi dunia islam, yang menyebabkan mereka terpisah dari kelompok islam lain adalah akibat pemikiran politik mereka yang telah diwariskan secara turun temurun. “Fiqih yang dianut Syiah tak jauh berbeda dengan fiqih yang dianut madzhab-madzhab lain dalam Islam. Mereka tidak berbahaya.” ungkap Wahbah kepada NU.Online di Hilton Jakarta, Senin (22/02)
Jika selama ini, kata Wahbah, beberapa kalangan menganggap Syiah sebagai salah satu kelompok sempalan dalam Islam, hal itu tidak bisa dinafikan, namun sejalan dengan waktu dan perkembang pemikiran dalam dunia Islam tentu tidak menutup kemungkinan terjadi paradigma baru dalam berfikir dan bersikap bagi kaum Syi'ah. “Bahkan para cendekiawan Syiah dewasa ini menyerukan untuk menyatukan aksi kerja dan pandangan politik dalam satu barisan demi menggalang persatuan untuk menghadapi musuh,” tambahnya.
<>Selain itu sudah ada kecenderungan masyarakat muslim yang menggunakan hukum Positif bukanlah “Kafir”, "sikap kelompok ini meskipun kecil tapi ada dan mau menerima pemahaman ini," ungkapnya.
Sementara itu pada bagian lain Al-Zuhaili menolak pendapat sebagian kalangan yang mengkafirkan umat Islam yang tidak menerapkan hukum Islam. Menurutnya, selama umat Islam tidak menganggap hukum positif lebih baik, ia tidak mejadi kafir meskipun ia tidak menggunakan hukum Islam. Namun, harus mempunyai keinginan di masa mendatang untuk menerapkan hukum Allah secara lebih luas. (MM/cih)
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Gaji Guru dan Nakes PPPK Ditanggung APBN 2027 Sebesar Rp23 Triliun
Terkini
Lihat Semua