Alumni Salafiyah Syafiiyah Situbondo Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Pendidikan
NU Online · Selasa, 27 April 2010 | 09:21 WIB
Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Santri Alumni Salafiyah Syafi'iyah (IKSASS) Sukorejo, Situbondo mendesak pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan.
Pasalnya, sistem pendidikan yang amburadul akan membuka peluang untuk berkembangnya budaya korupsi. "Sistem pendidikan kita masih kacau," tutur Ketua IKSASS, KH. Muzaki Ridwan, Selasa (27/4).<>
Menurutnya banyak sekolah saat ini mengenyampingkan kemampuan siswa atau calon siswanya. Banyak sekolah yang hanya memandang materi sehingga kualitas lulusan sekolah maupun universitas rendah.
Dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia maka integritas seorang pemimpin sangat rendah. Selain itu pendidikan agama juga menjadi sangat penting diutamakan menjadi kurikulum pokok.
"Iman pemimpin harus kuat dengan banyak godaan yang ada, sehingga korupsi bisa diberantas," imbuhnya seperti dilansir beritajatim.com.
Sektor pendidikan yang berkualitas rendah ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya korupsi. "Ini dari hasil diskusi kami pengurus pusat IKSASS pada tanggal 21April 2010 lalu," terangnya.
Dalam diskusi tersebut juga dinyatakan bahwa ada beberapa faktor selain system pendidikan yang amburadul sebagai penyebab korupsi. Diantaranya perlunya perbaikan manajemen negara, dan selain itu perlu perbaikan ekonomi kerakyatan. (mad)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
3
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
4
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
5
Meteor Besar Lintasi Langit Jawa, BRIN Jelaskan Asal Dentuman yang Terdengar
6
Gus Yahya Harap Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jadi Landasan Strategis Abad Kedua NU
Terkini
Lihat Semua