Antisipasi Aliran Sesat, Pemkot Banda Aceh Bentuk KPA-PAI
NU Online · Selasa, 24 Mei 2011 | 09:31 WIB
Banda Aceh, NU Online
Untuk mengantisipasi penyebaran aliran sesat, Pemerintah Kota Banda Aceh membentuk Komite Penguatan Akidah dan Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI). Komite ini bertugas mengantisipasi maraknya penyebaran ajaran sesat sejak dua bulan terakhir.
“Tugas dan fungsi komite tersebut tidak hanya sebatas mengantisipasi penyebaran ajaran sesat, tetapi juga menguatkan akidah masyarakat Kota Banda Aceh yang mayoritas Islam,” ungkap Sekretaris KPA-PAI Zahrul Fajri di Banda Aceh, Selasa (24/5).<>
Menurut Zahrul, komite ini akan memperkuat peranan Dinas Syariat Islam dalam menguatkan akidah masyarakat. Komite ini berperan sebagai lembaga lintas sektoral antar satuan kerja perangkat daerah.
"KOmite ini akan memayungi masalah penguatan akidah dan peningkatan amalan Islam. Komite ini membantu dinas-dinas terkait untuk mengkomunikasikan masalah penerapan Syariat Islam," tutur Zahrul.
Lebih lanjut, Zahrul menjelaskan, keberadaan komite ini akan memudahkan Dinas Syariat Islam bekerja sama dengan berbagai perangkat kerja pemerintah, karena keanggotaan KPA-PAI melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Nantinya, komite tersebut akan dibentuk di tingkat kecamatan dan gampong (desa). Komite di setiap jenjang memiliki majelis yang akan merumuskan berbagai hal terkait penguatan akidah dan peningkatan amalan Islam.
Di tingkat kota ada enam majelis, di tingkat kecamatan tiga majelis, dan dua majelis di tingkat gampong. Keanggotaan majelis ini berasal dari pakar pendidikan Islam maupun tokoh masyarakat.
Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber : Antara
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua