Sebagai upaya pertanggungjawaban kepada masyarakat, mulai Ahad (21/9) hari ini, Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Brebes menyalurkan zakat senilai Rp 543 juta kepada para mustahiq (penerima zakat) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Demikian dikatakan Ketua BAZ Kabupaten Brebes M. Nasrudin kepada NU Online usai menggelar rapat koordinasi dengan seluruh panitia di kantor BAZ di Jalan Ahmad Yani Brebes Sabtu (20/9) siang didampingi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Brebes, Athoillah.<>
Nasrudin membeberkan, distribusi zakat lebih diutamakan kepada fakir miskin, Fisabilillah, Ghorim dan Ibnu Sabil serta Amil. āFakir Miskin, kami tetap prioritaskan!ā ungkapnya tegas.
Secara terperinci, Nasrudin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh Songgom itu membeberkan, penyaluran zakat untuk fakir miskin sebesar 62% atau Rp 339.624.000,- selanjutnya fisabilillah 12,5 persen atau senilai Rp 67,9 juta rupiah, ghorim 6,25 persen atau Rp 33,9 juta dan ibnu sabil juga 6,25 persen. Untuk Amil 12,5 persen atau sekitar Rp 67,9 juta. āBila ghorim, ibnu sabil dan amil tidak diambil maka akan dibagikan lagi ke fakir miskin,ā ungkapnya.
Selain zakat, BAZ Brebes juga telah menghimpun infaq yang hingga akhir Agustus terkumpul Rp.147.122.773. "Dana infaq ini akan kami belikan mobil ambulans untuk orang miskin bila sakit atau meninggal tidak punya biaya untuk transportasi," papar Nasrudin yang juga Ketua DPRD Kabupaten Brebes itu.
Bendahara BAZ yang juga Ketua PCNU Brebes menambahkan, BAZ Brebes telah bekerja sesuai koridor UU yang berlaku. Bahkan melalui berbagai sosialisasi telah diupayakan seperti kepada aghnia, dokter, kontraktor dan berbagai lapisan masyarakat serta melalui ceramah agama para mubalig.
Dari upaya tersebut, tergali zakat tahun 2007 sebesar 248 juta sedang tahun 2008 sampai akhir Agustus terhimpun zakat Rp 543 juta. āDana sebesar itu, baru didapat dari PNS se-Brebes. Sementara, masyarakat umum masih digali kesadarannya,ā tutur Atho.
BAZ Brebes, sambung Atho, tidak hanya menyalurkan dana zakat dalam bentuk konsumtif, tetapi juga produktif. Untuk yang produktif disalurkan dalam bentuk penggemukan kambing, perbengkelan dan pinjaman usaha produktif tanpa bunga dan tanpa agunan.
āUntuk konsumtif, pada 21 hingga 23 September akan disalurkan kepada 3.020 fakir miskin sebesar Rp 302 juta rupiah,ā pungkasnya. (was)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua