Warta

Berdakwah dengan Media “Kaki Lima”

NU Online  ·  Senin, 23 Februari 2004 | 16:57 WIB

Jakarta, NU.Online
Selama bertahun tahun, Islam di Indonesia tidak pernah memiliki media massa besar dan berpengaruh. Selama ini, untuk menyebarkan  pemahaman keagamaan yang moderat, para pemimpin organisasi Islam terbesar seperti NU dan Muhammadiyah lebih cenderung “menempel” di media yang sudah mapan. Akibatnya, penetrasi pemahaman  yang  ditargetkan tidak dapat sepenuhnya mengenai sasaran.

Demikian dijelaskan oleh pakar Islamologi dari Belanda Martin van Bruinessen dalam pembahasan komisi III  International Conference of Islamic Scholars (ICIS ), Senin (23/02). Dalam komisi ini dibahas soal “ Islam, Information and Media”.

<>

Dalam penelitian professor  yang sudah menghasilkan beberapa buku tentang NU ini, kehadiran kelompok Islam eksklusive (fundamentalis, literalis) di Indonesia selama 35 tahun terakhir  terbukti sangat pesat hanya dengan media tradisional  nan sederhana.

“Mereka mendirikan  outlet buku di sekitar kampus, menerbitkan buku saku, selebaran di masjid pada hari  Jum’at dan  sering melakukan acara seremonial keagamaan yang diikuti oleh banyak kaum muda,”jelassnya.

Sementara itu, Islam  inclusive yang selama beberapa tahun terakhir mendapat tempat di media-media besar di Indonesia, justru kurang terasa menukik dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat luas.  Baru setelah sejumlah kelompok anak muda NU di Yogyakarta yang tergabung dalam LkiS menyentak dengan terbitan buku-bukunya, Islam inclusive seolah hadir kembali.

“Langkah yang ditempuh LKiS teresebut kemudian dikuti oleh anak muda NU yang berkumpul di Jakarta. Mereka kebanyakan berbasis intelektual kampus LSM  dengan membentuj Jaringan Islam Liberal,”lanjut Martin.

Kelompok yang tersebut terakhir bahkan lebih agresif mengembangkan gagasnnya melalui internet (milist,  home page) dan talk show di radio dan televise dan diskusi  di hotel-hotel. Cara demikian, lanjut Martin, dinilai lebih menjanjikan dan banyak diikuti. Pendek kata, mereka menyebarkan Islam inclusive dari kaki lima hingga hotel bintang lima.(MA)

 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang