Bimas Islam: Jangan Pertentangkan Islam dengan Seni
NU Online · Rabu, 19 Januari 2011 | 14:43 WIB
Islam dan seni hendaknya tidak lagi dipertentangkan, karena kehadiran seni merupakan bagian dari umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kesenian juga menjadi bagian bagi umat Muslim dalam rangka meningkatkan ketaqwaan,
Demikian dinyatakan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (19/1). Menurutnya, kesenian ini sangat berjasa dalam peningkatan dakwah dan senafas dengan ajaran Islam.<>
"Termasuk kesenian marawis yang sering tampil dalam berbagai kegiatan ritual Islam. Ketika menyambut tamu agung, marawis juga ditampilkan sebagai tanda kehormatan," terang Nasaruddin.
Lebih lanjut Nasaruddin menjelaskan, untuk melestarikan kesenian ini perlu upaya. Salah satunya menggelar lomba marawis. Diharapkan kegiatan ini dapat ditingkatkan dengan skala lebih besar, yaitu tingkat nasional.
"Kesenian marawis sudah dikenal luas di seluruh Indonesia. Hal ini bisa dilihat, hampir semua pondok pesantren atau madrasah jenis kesenian ini digemari para santri," tandasnya.
Kesenian marawis dapat menghaluskan perasaan bagi umat Islam. Di sisi lain, kesenian ini juga dapat membangkitkan rasa cinta kepada Allah.
Namun Dirjen Bimas Islam itu juga mengakui bahwa pada masa Rasulullah ada larangan menggunakan seruling sebagai alat kesenian. Pasalnya, karena saat itu suling digunakan untuk mendekatkan diri penyembahan kepada berhala.
Untuk saat ini, seruling dapat digunakan lantaran dikaitkan untuk memperindah musik. Rasulullah, Nabi Muhammad, sendiri sesungguhnya senang terhadap seni. Semua rasa senang terhadap musik itu ditujukan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah semata, ia menerangkan. (min)
Terpopuler
1
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
2
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
3
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
6
404 Wisudan Lulusan Unusia Diharapkan Siap Hadapi Dunia Kerja
Terkini
Lihat Semua