Warta

Boncengi Gus Dur, PPP Usul Syafruddin Prawiranegara Pahlawan Nasional

NU Online  ·  Kamis, 7 Januari 2010 | 08:24 WIB

Jakarta, NU Online
Momentum pemberian gelar pahlawan nasional untuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terus melebar. Setelah Partai Golkar kembali mendesak agar Soeharto sekalian ikut diberi gelar pahlawan, PPP menambahkan nama Syafruddin Prawiranegara.

''Pak Harto (Soeharto) dan Syafruddin Prawiranegara saya kira juga sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional itu,'' kata Ketua DPP PPP Lukman Hakim Syaifuddin di Jakarta, Rabu  (6/1).<>

Syafruddin Prawiranegara adalah tokoh yang memainkan peran kunci saat Soekarno dan Mohammad Hatta ditangkap, lalu diasingkan Belanda ke Pulau Bangka dalam Agresi Militer II, pada 1948. Syafruddinlah yang ditunjuk Soekarno-Hatta untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI) dan menjadi ketuanya.

Stigma hitam sejarah melekat pada diri Syafruddin terjadi setelah dia diangkat sebagai presiden PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) pada awal 1958. PRRI berdiri sebagai ekspresi ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah karena melebarnya ketimpangan sosial dan menguatnya pengaruh komunis. Dalam prosesnya, PRRI dianggap sebagai upaya makar terhadap negara. Inilah yang memberi stigma negatif pada Syafruddin.

Menurut Lukman, pemberian gelar pahlawan nasional kali ini harus menjadi momentum rekonsiliasi bangsa. Negara sebaiknya mengapresiasi tokoh-tokoh nasional di era Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi yang banyak jasanya. Kalaupun ada beberapa persoalan dan kekhilafan yang sempat mereka lakukan di masa lalu, imbuh Lukman, sebaiknya tidak perlu lagi menjadi hambatan.

''Tanpa bermaksud melupakan, kita harus memaafkan semua kesalahan itu. Apalagi, secara hukum semua itu juga tidak pernah terbukti,'' katanya seperti dilansir Jawapos Online.

Lukman menuturkan, sebagai bangsa yang berjiwa besar, dendam sejarah seharusnya dikubur dalam-dalam agar tidak terus terwariskan dari generasi ke generasi. ''Presiden SBY diharapkan proaktif dan tidak menyia-nyiakan momentum yang datang ini,'' ujarnya.

Wakil ketua MPR itu menegaskan, Gus Dur sangat layak menjadi pahlawan nasional. Pemberhentiannya sebagai presiden oleh MPR pada Juli 2001 tidak harus menjadi kendala. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang