CBDRM NU Adakan Latihan Tanggap Darurat di Tiga Kabupaten
NU Online · Kamis, 26 Februari 2009 | 05:57 WIB
Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRM NU) terus melakukan penguatan kapasitas Santri Siaga Bencana (SSB) di tiga wilayah pilot project yaitu Magelang, Jember dan Jakarta Barat. Penguatan kapasitas dilakukan dengan mengadakan pelatihan tanggap darurat dan rencana kontinjensi yang dilaksanakan selama 5 hari, 25 Pebruari – 1 maret 2009 .
Saat dikonfirmasi NU Online, program officer training CBDRM NU Abdul Jamil Wahab menjelaskan, sebelumnya 26 SSB yang memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan CBDRM NU mengikuti training of facilitator (ToF) dan training Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA) selama dua minggu.<>
”Pelatihan tanggap darurat kali ini sebagai tindak lanjutnya dari pelatihan sebelumnya,” katanya.
Menurut Jamil, pelatihan tanggap darurat bertujuan mendorong meningkatnya kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan SSB dalam kedar uratan saat bencana terjadi. Selain itu, juga meningkatkan kemampuan menyusun dan mempraktekkan rencana kontinjensi (cadangan).
“Muatan materi 50 persen di kelas dan 50 persen lapangan,” jelasnya saat disinggung komposisi materi dalam pelatihan ini
Para peserta pelatihan mengikuti praktik Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) meliputi latihan penanganan korban luka, pendarahan dan kehabisan napas, Simulasi evakuasi korban, membuat dapur umum dan lain sebagainya.
Di tempat terpisah, avianto muhtadi, program manager CBDRM NU mengatakan, pelatihan kali ini mempersiapkan skill kader NU melalui SSB yang handal dalam tanggap darurat.
“NU sebagai organisasi sosial keagamaan tentu mempunyai mandat organisasi dalam misi kemanusiaan seperti upaya tanggap darurat saat terjadi bencana,” katanya.
Ditambahkan, pelatihan ini akan menjadi lompatan bagi NU khususnya. Diharapkan NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar berada di garda depan untuk penanggulangan bencana,” tegas mahasiswa S3 ilmu lingkungan UI ini.(lif)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua