Warta HAUL KH MAKMUN AHMAD

Chabib Toha: Nabi Muhammad Terpilih karena Akhlaknya

NU Online  ·  Sabtu, 21 Februari 2009 | 11:53 WIB

Kudus, NU Online
Nabi Muhammad SAW terpilih sebagai manusia yang terbaik dari seluruh umat manusia karena mempunyai kemuliaan akhlak. Saat menjelang peritiwa Isra' Mi'raj, Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril mencari satu manusia terbaik sedunia dalam waktu semalam untuk dihadapkan kepada-Nya sebagai wakil seluruh manusia, dan dipilihlah sosok Muhammad.

Demikian disampaikan KH Chabib Toha, tokoh masyarakat Jawa Tengah, saat memberikan taushiyah pada acara haul atau peringatan tahunan wafatnya ulama kharismatik asal Kudus dan salah satu pendiri Madrasah Taswiquth Thullab Salafiyah (TBS) KH Makmun Ahmad ke-7 di halaman Pondok Pesantren TBS Kudus, Jawa Tengah, Jum'at (20/2) malam.<>

"Seharusnya inilah (ahlak: red) yang dijadikan ukuran memilih pemimpin," katanya seperti dikutip kontributor NU Online Zakki Amali. Chabib Toha menyampaikan taushiyahnya kepada ribuan jamaah yang hadir dalam konteks pemilihan umum (pemilu) untuk memilih wakil rakyat Indonesia yang akan akan digelar serentak pada April 2009 mendatang.

Mantan kepala kantor wilayah Departemen Agama Jawa Tengah itu menyampaikan, selain terpilih sebagai perwakilan manusia terbaik, Nabi Muhamad juga terpilih sebagai perwakilan masyarakat Arab ketika terjadi keributan saat peletakan Hajar Aswad sebelum diutus menjadi Nabi, tepatnya setelah Ka'bah selesai direnovasi.

Masyarakat Arab menempuh jalur musyawarah dan mengadakan sayembara yang maksudnya akan memberikan kesempatan menaruh Hajar Aswad kepada orang yang pertama masuk ke Masjidil Haram.

Rupanya Nabi Muhammad adalah orang yang pertama kali yang masuk masjid setelah perjanjian itu disepakati. Nabi Muhammad terpilih sebagai orang yang akan menaruh Hajar Aswad. Nabi merentangkan kain dan mengajak perwakilan warga mengangkat batu hitam itu bersama-sama.

Acara haul KH Makmun Ahmad ke-7 berlangsung lancar. Tokoh lainnya yang memberikan taushiyah adalah KH A. Musthofa Bisri alis Gus Mus, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Rembang. Di sela-sela taushiyahnya Gus Mus sempat menyentil prilaku segelintir umat muslim yang mengaku meniru perilaku laku Nabi, tetapi menjadikan masyarakat resah.

"Bila hati gelisah, melihat wajah Nabi maka gelisah hilang. Tetapi bila melihat orang yang mengaku meniru aklaknya tetapi berlalu galak dan garang, maka kita malah bertambah resah, " kata kiai yang hobi menulis dan berpuisi ini. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang