Para aktivis dakwah Nahdlatul Ulama tidak boleh bosan mensyiarkan Islam model wali sanga. Para wali sanga harus diikuti karena dalam berdakwah mengedapankan kesopan, tradisi, dan budaya yang melekat di masyarakat.
Demikian disampaika KH Abdul Manan A.Ghani,Ketua Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid pada acara Pelatihan Kader MWCNU di Parung Panjang, Kabupaten Bogor akhir pekan lalu.r />
“NU bisa besar dan berkembang di banyak pulai karena luwes dalam berdakwah.
Praktek keagamaan yang dikembangkan para kiai atau ustadz NU memperoleh tempat di hati masyarakat karena sesuai dengan tradisi dan budayanya,” jelas Manan yang juga mantasn rois syuriah jakarta Timur.
Lebih lanjut dia menjelaskan, agenda kaderisasi yang dilakukan LTM NU lewat masjid-masjid harus mampu melahirkan kader-kader NU di tingkat MWC hingga ranting.
“Kader NU harus memiliki pola pikir kreatif, kritis, objektif, dan memiliki khasanah keilmuan,” tegasnya.
Pelatihan yang dilaksanakan LTMNU yang dilaksanakan 8-9 Januari di Kampus STAI Nidah Al-Adabi memfokuskan pada dakwah NU melalui masjid. (h)
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua