Dibanding Sekolah, Madrasah Lebih Unggul dari Aspek Pembentukan Perilaku
NU Online · Senin, 6 Juli 2009 | 02:10 WIB
Dibandingkan sekolah, madrasah lebih unggul karena memberikan penekanan lebih pada pembentukan perilaku. Peserta didik di madrasah juga mempunyai pemahaman dan pengamalan yang baik terhadap masalah-masalah yang berkembang di masyarakat, sebagaimana ditekankan dalam mata pelajaran agama.
Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama H Mulyani M. Noor kepada NU Online di Semarang, Ahad (5/7).<>
Dari aspek pembentukan kecerdasan (kognitif), madrasah dalam berbagai tingkatan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) sebagai satuan pendidikan juga menjamin terbentuknya kualitas peserta didik yang unggul.
”Dalam aspek kognitif, madrasah berani menjamin peserta didik lebih menguasai materi pelajaran umum jika dibandingkan dengan peserta didik di sekolah, asal peserta didik serius dalam belajar,” kata Mulyani.
Dikatakannya, saat ini banyak satuan pendidikan di madrasah yang sudah mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Lulusannya pun banyak yang menjadi tokoh nasional maupun internasional.
”Hampir seluruh tenaga pendidik sudah memenuhi syarat kualifikasi akademik. Bahkan banyak yang sudah lulus S2. Pemerintah dalam hal ini Depag sudah mulai serius mewujudkan tuntutan delapan standar minimal pendidikan terutama dalam komponen sarana prasarana. Misalnya bantuan laborat bahasa, IPA, komputer dan lain-lain,” tambahnya.
Menurutnya, madrasah semakin digandrungi masyarakat. Beberapa laporan menyebutkan membuktikan, banyak SMP di Jawa Timur yang gulung tikar, sementara disebelahnya berdiri megah MTs.
”Tidak usah jauh-jauh di Kecamatan Wedung Demak Jawa Tengah ada beberapa SD yang hanya mendapatkan lima peserta didik, sementara MI di sebelahnya berkembang pesat dan banyak diminati banyak orang,” katanya.
Namun demikian, upaya kita menjadikan madrasah diminati masyarakat tidak lepas dari kesungguhan pengelola satuan pendidikan.
”Para pendidik harus pedagogis, profesional, berkepribadian, dan bersosial. Selain itu bisa berperan sebagai pelopor perubahan siswa ke arah hal yang lebih baik. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi calon peserta didik untuk menghindari masuk ke madrasah bahkan sebaliknya, harus bangga bisa belajar di madrasah,” katanya. (her/nam)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua