UIN Malang Ungkap Data Kesehatan Pengunjung Muktamar dan Rekomendasi Tindak Lanjutnya
NU Online · Senin, 7 September 2026 | 12:48 WIB
Jakarta, NU Online
Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada 27–31 Agustus 2026 menjadi momentum konsolidasi spiritual dan organisasi luar biasa bagi segenap warga Nahdliyin. Agenda besar berskala nasional yang dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (27/8/2026) ini dihadiri oleh pengunjung dari seluruh penjuru tanah air.
Namun, di balik padatnya jadwal sidang komisi dan pleno, terdapat perjuangan kemanusiaan yang berperan di belakang panggung muktamar. Guna mengantisipasi kelelahan fisik peserta akibat perjalanan jauh dan perubahan pola istirahat, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang hadir khusus mendirikan Posko Pelayanan Kesehatan Gratis. Kehadiran posko ini sebagai sinergi kemanusiaan demi mengawal keselamatan para kiai, pengurus, peserta, dan pengunjung muktamar.
Sumpah “UIN Mengabdi” untuk Masyarakat
Perlu diluruskan dan dipertegas kembali agar tidak terjadi kekeliruan informasi di tengah publik, bahwa kampus mendirikan Posko Pelayanan membentuk tim Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan mengambil lokasi pengabdian langsung di pusat pelaksanaan Muktamar NU ke-35, yaitu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan bahwa kehadiran tim medis ini adalah bagian dari komitmen nyata perguruan tinggi untuk membawa manfaat langsung ke tengah-tengah masyarakat.
“UIN Malang mengabdi untuk negeri. Untuk agama, bangsa, dan negara. Karena itu, kami hadirkan posko konsultasi dan cek kesehatan gratis untuk warga Nahdliyin yang hadir dalam Muktamar ke-35 NU,” ujar Prof. Ilfi.
Beliau menambahkan bahwa langkah ini merupakan perwujudan dari semangat “UIN Mengabdi”, di mana keilmuan dan sumber daya yang dimiliki kampus digerakkan secara nyata memastikan kesehatan masyarakat selama mengikuti kegiatan besar keagamaan ini.
Upaya tulus ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Ketenagaan pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, M.H., sempat mengunjungi langsung posko di Jombang untuk melihat langsung pelayanan medis gratis yang diberikan kepada para muktamirin.
Pelayanan kesehatan selama lima hari penuh ini dipimpin langsung oleh Dr. Begum Fauziyah, S.Si., M.Farm (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIK UIN Malang) dengan pendampingan dari tenaga pendidik Yusuf Ikrom Nur Azami, M. Farm. Di lini terdepan pemeriksaan dasar, UIN Malang menerjunkan para mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), yaitu Muhammad Saddam Al-Hakim, Indra Rofiqi Sabara, dan Efendi Haris Aszari, serta barisan alumni berdampak yang terdiri dari apoteker dan dokter, yaitu apt. Farchan Adib Rosadi, S. Farm, apt. Ahmad Hamdan Yuwafi, S. Farm, dr. Ajwadussafwatulloh Luthfi Al-Jabbar, M.H, Nur Ika Octavia, S. Farm, dan dr. Nahda Rihadatul Aisy.
Temuan Klinis: 77,5 Persen Peserta Alami Kondisi Kesehatan Abnormal
Dr. Begum Fauziyah menegaskan selama pelaksanaan muktamar, posko kesehatan gratis ini menjadi salah satu tempat paling krusial yang dipadati pengunjung. Tercatat sebanyak 238 pengunjung muktamar dari 80 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Riau, Padang, Lampung, Medan, Pontianak, hingga Sulawesi dan Kalimantan datang sukarela memeriksakan diri.
Tim medis melakukan pemeriksaan tanda vital dan skrining kesehatan penunjang sederhana (point-of-care testing) meliputi empat parameter utama: Gula Darah Sewaktu (GD), Asam Urat (AU), Kolesterol Total (Kol), dan Tekanan Darah (Tensi). Dari analisis akumulatif terhadap 236 peserta yang memiliki minimal satu parameter terukur, tim medis menemukan fakta medis yang sangat mengejutkan:
Sebanyak 183 orang atau sekitar 77,5 persen peserta menunjukkan setidaknya satu indikator kesehatan di luar batas normal (abnormal). Analisis risiko kesehatan ganda (komorbiditas) menunjukkan 45,8 persen dari mereka yang diperiksa minimal pada dua parameter (76 dari 166 peserta) mengalami dua atau lebih indikator abnormal secara bersamaan. Bahkan, terdapat 3 peserta yang seluruh parameter kesehatannya (gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah) berada di luar batas normal secara simultan.
Hipertensi dan Pola Makan Lapangan Jadi Ancaman Terbesar
Yusuf mengatakan, masalah kesehatan yang paling mendominasi dan jadi perhatian utama tim medis di lapangan adalah tingginya prevalensi tekanan darah tinggi (hipertensi). Dari total 229 data tensi peserta yang valid dianalisis, hanya 23,1 persen (53 orang) yang memiliki tekanan darah normal.
Sebaliknya, mayoritas peserta berada dalam kondisi kesehatan kardiovaskular yang rentan: 41,9 persen (96 orang) didiagnosis mengalami hipertensi (Tingkat 1, Tingkat 2, atau Krisis); 32,8 persen (75 orang) berada dalam kondisi prahipertensi; secara akumulatif, 74,7 persen peserta yang diperiksa memiliki tekanan darah di atas batas normal.
Menurut analisis tim medis FKIK UIN Malang, tingginya angka hipertensi ini dipicu oleh kelelahan fisik akibat perjalanan jauh, waktu tidur yang kurang di sela-sela padatnya jadwal muktamar, perubahan pola makan konsumsi massal yang cenderung tinggi garam, serta kelalaian peserta yang lupa membawa atau meminum obat rutin harian mereka.
Baca Juga
Doa untuk Kesehatan Mental
Selain hipertensi, gangguan metabolik lain yang cukup tinggi di kalangan pengunjung muktamar adalah asam urat tinggi. Dari 161 peserta yang diperiksa, 35,4 persen (57 orang) memiliki kadar asam urat di atas normal. Tingginya angka asam urat ini berkorelasi erat dengan sajian makanan katering muktamar yang kaya akan purin (seperti daging merah dan jeroan).
Sementara itu, pada parameter gula darah sewaktu, 16,7 persen peserta (26 dari 156 orang) terindikasi memiliki kadar gula darah tinggi di atas \(\ge 200\) mg/dL (indikasi Diabetes Melitus). Sebagian angka ini dipengaruhi oleh konsumsi makanan atau minuman manis sesaat sebelum pemeriksaan di lokasi. Untuk pemeriksaan kolesterol total yang diikuti 61 peserta, tercatat 26,2 persen (16 orang) berada pada ambang tinggi hingga tinggi.
Mendeteksi Kasus Ekstrem: 24 Orang Direkomendasikan Rujukan Cepat
Di tengah proses pelayanan rutin, kejelian Tim Kesehatan UIN Malang berhasil mengidentifikasi 24 kasus klinis ekstrem yang butuh rujukan dan penanganan medis segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebanyak 12 kasus di antaranya diklasifikasikan sebagai krisis hipertensi dengan tensi mencapai atau melebihi 180/120 mmHg. Kasus krisis hipertensi ini sangat berisiko memicu stroke atau gagal jantung dalam hitungan jam.
Salah satu kasus paling ekstrem ditemukan pada seorang pria asal Bekasi, yang memiliki tekanan darah mencapai 215/115 mmHg (krisis hipertensi) disertai kolesterol 215 mg/dL dan kadar asam urat tinggi sebesar 10,2 mg/dL.
Berikut beberapa temuan klinis ekstrem penting lainnya yang terekam di Posko Jombang:
Pertama, krisis hipertensi, seperti seorang ibu dari Soreang (199/78 mmHg), seorang ibu dari Malang (193/96 mmHg), seorang pria dari Semarang (199/79 mmHg), dan seorang pria dari Jombang (190/80 mmHg).
Kedua, gula darah sangat tinggi, misalnya seorang pria asal Sulawesi Selatan mencatatkan kadar gula darah sewaktu tertinggi mencapai 420 mg/dL, disusul seorang pria dari Lampung (409 mg/dL), seorang perempuan dari Planjuran (405 mg/dL), dan seorang pria dari Riau (354 mg/dL).
Ketiga, kondisi asam urat ekstrem dialami seorang pria dari Tulungagung memiliki kadar asam urat sangat tinggi sebesar 12,6 mg/dL yang disertai hipertensi tingkat 2 (173/114 mmHg).
Keempat, kolesterol tinggi yakni seorang perempuan dari Sampang memiliki kadar kolesterol mencapai 319 mg/dL.
Tim Kesehatan UIN Malang merekomendasikan agar panitia pelaksana menyimpan nomor kontak dan nomor kamar 24 peserta tersebut guna mempermudah pemantauan intensif demi menghindari hal-hal fatal di lokasi acara.
Rekomendasi Kegiatan NU Mendatang
Sebagai bentuk evaluasi berskala nasional, Tim Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merekomendasikan bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan panitia muktamar mendatang demi meningkatkan kualitas perlindungan medis:
Pertama, penyesuaian katering sehat menyajikan opsi menu makanan konsumsi yang lebih sehat (rendah garam, rendah lemak, rendah gula, dan rendah purin) guna mencegah lonjakan tekanan darah dan asam urat massal.
Kedua, ramah fisik lansia dan kelompok difabel mengatur susunan acara muktamar agar lebih ramah bagi kiai-kiai sepuh, terutama dengan menyediakan waktu istirahat yang cukup juga termasuk bagi difabel yang hadir.
Baca Juga
Manfaat Puasa bagi Kesehatan
Ketiga, sistem evakuasi cepat, memastikan kesiapan ambulans siaga dan membuat jalur rujukan medis darurat yang terkoneksi langsung dengan rumah sakit setempat.
Keempat, digitalisasi data kesehatan, mengimbau tim medis kegiatan berikutnya untuk beralih menggunakan sistem pencatatan kesehatan digital (aplikasi/tablet) untuk meminimalisasi risiko kesalahan tulis atau data tidak terbaca.
Kelima, kemandirian obat peserta, mengedukasi para pengunjung muktamar yang memiliki riwayat penyakit kronis untuk tetap tertib membawa dan mengonsumsi obat pribadi mereka secara terjadwal selama muktamar berlangsung.
Langkah sigap dan khidmat kemanusiaan yang diberikan oleh FKIK UIN Malang di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang ini tidak hanya meminimalisasi risiko kedaruratan di lapangan. Lebih dari itu, aksi ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana perguruan tinggi keagamaan dapat hadir langsung memberikan kontribusi dan perlindungan kesehatan bagi masyarakat khususnya warga Nahdliyin.
Kontributor: Abi S Nugroho dan Yusuf Ikrom Nur Azami
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua