Warta

Diskriminasi Terhadap Muslim di AS Meningkat

NU Online  ·  Sabtu, 5 Desember 2009 | 00:53 WIB

Washington, NU Online
Perlakukan diskriminasi terhadap Muslim di Amerika Serikat (AS) selama 2008 meningkat tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan tahunan yang dikeluarkan Council on American-Islamic Relations (CAIR) Kamis (3/12) lalu, mencatat sedikitnya terdapat 2.728 insiden dan kasus yang melecehkan Muslim. Mulai dari aksi kekerasan, prasangka buruk, hingga perlakuan tak sedap lainnya.

Direktur Eksekutif Nasional CAIR Nihad Awad menuturkan angka tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah dilaporkan CAIR. ‘’Secara keseluruhan, jumlah kasus yang dilaporkan kepada CAIR selama tahun 2008 meningkat tiga persen dibandingkan tahun 2007 dan 11 persen dari tahun 2006,’’ kata Awad.<>

CAIR menyebutkan keluhan atas perlakuan tak sedap tersebut sebagian besar terjadi di negara bagian Virginia dan Washington DC. Laporan tersebut merupakan laporan tahunan ke-14 yang dikeluarkan CAIR. CAIR sendiri telah menerbitkan laporan tahunan ini sejak peristiwa pengeboman gedung federal, Murrah Building, di Oklahoma pada 1995.

Laporan peningkatan jumlah perlakukan tak sedap ini menunjukkan Muslim masih terus mendapatkan perlakukan yang tidak semestinya dari otoritas di Amerika. Pelanggaran terhadap hak-hak sipil ini banyak terjadi di masjid-masjid dan organisasi-organisasi Islam.

Dalam laporan yang dibuatnya, CAIR juga menyesalkan makin berkembangnya Islamofobia di kalangan masyarakat AS. ‘’Beberapa individu dan lembaga mendapatkan keuntungan dengan memfitnah Islam. Dengan mengatasnamakan kepentingan nasional, mereka mengatakan bahwa sikap ramah kepada umat Islam akan melemahkan keamanan nasional,’’ demikian menurut laporan tersebut seperti dikutip situs IslamOnline.com.
.
Laporan setebal 43 halaman ini juga menyebukan bahwa ajang pemilihan presiden tahun sebagai salah satu contoh bentuk propaganda Islamofobia. ‘’Berbagai bentuk ucapan dan tindakan yang mengarah ke Islamofobia terus diusung selama masa kampanye pemilihan presiden Amerika.’’ (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang