DKI Akan Rehab Gedung Pusat Bahasa dan Dakwah
NU Online · Selasa, 7 Februari 2012 | 13:12 WIB
Jakarta, NU Online
Sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan bahasa dan dakwah Islam, tahun ini Pemprov DKI Jakarta akan merehab total gedung Lembaga Bahasa dan Ilmu Al Quran (LBIQ). Rencananya, gedung yang terletak di Jl KH Mas Mansyur, Tanahabang, Jakarta Pusat, ini akan dibangun setinggi delapan lantai dari awalnya hanya satu lantai. Pembangunan gedung tersebut diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 20 miliar dari APBD DKI.<>
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan saat ini animo masyarakat terhadap LBIQ sangat tinggi. Termasuk, untuk belajar ilmu agama di lembaga tersebut. Karenanya, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, Pemprov DKI akan merehab total gedung LBIQ. Ia berharap proses pembangunannya berlangsung cepat sehingga gedung dapat digunakan.
"Saya juga akan meminta dibuat kajian oleh dinas terkait, apakah bijak jika gedung LBIQ ini hanya ada di satu lokasi. Padahal, saat ini pesertanya sangat banyak, mencapai 1.400 lebih. Mungkin juga ke depan perlu dibangun kantor di beberapa cabang, untuk menampung peserta yang lokasinya jauh dari Tanahabang," ujar Fauzi Bowo, saat Pengukuhan Pengurus LBIQ Periode 2012-2015 di GOR Jakarta Timur, Senin (6/2).
Nantinya, fasilitas gedung baru LBIQ dilengkapi laboratorium bahasa, aula, dan lift. Kemudian ada kantor MUI Pusat, kantor Islamic Center dan sebagainya. Gedung ini dibangun oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta. Selama pelaksanaan rehab total gedung LBIQ nanti, 1-2 tahun kegiatan LBIQ menumpang di sebuah gedung milik swasta di Jl Jatinegara Barat.
Gubernur berharap, LBIQ yang sudah berdiri sejak tahun 1994 lalu, mampu mencetak SDM berkualitas, berakhlakul karimah dan mampu mengamalkan ilmu pada masyarakat luas, untuk mewujudkan manusia yang beriman dan bertakwa.
Â
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
War Haji, Jalan Pintas yang Berpotensi Sengketa
4
MBG dan Larangan Pemborosan dalam Islam
5
Ketua Umum PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Berlangsung Permanen
6
PBNU Soroti Wacana War Tiket Haji, Harus Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan Jamaah
Terkini
Lihat Semua