Warta

Dua Pentolan NU Luncurkan Buku Bareng

NU Online  ·  Ahad, 10 Desember 2006 | 08:48 WIB

Jakarta, NU Online
Dua tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Prof Dr KH. Said Aqil Siradj dan HM Rozy Munir, Jum’at (8/12) malam, secara bersama-sama meluncurkan buku di Hotel Borobudur, Jakarta . Kang Said, demikian saapan akrab KH Said Aqil Siradj meluncurkan buku dengan judul Tasawuf Sebagai Kritik Sosial, sementara milik Rozy Munir sebuah buku dokumenter berjudul Rozy Munir Dalam Liputan Media.

Acara peluncuran yang dirangkai dengan bedah buku itu berlangsung meriah. Hadir dalam acara itu sejumlah tokoh nasional, Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi, mantan Ketua DPR dan Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sarwono Kusuma Atmaja, Menteri PDT Syaifullah Yusuf, Ketua MPR Muhaimin Iskandar, Mantan Kepala BIN Hendro Priyono, Rektor UIN Jakarta Prof. Dr Azyumardi Azra, Pengamat Politik Fachri Ali, Sri Edi Swasono, mantan juru bicara Gus Dur Adi Masardi, anggota DPR dari sejumlah parpol dan ratusan aktivis NU.

<>

Suasana akrab antartokoh yang hadir tercipta pada acara yang sekaligus didesain untuk ajang silaturrahim itu, meski tidak dapat diupungkiri mereka berasal dari kelompok dan latar belakang partai yang berbeda. Canda dan tawa tak jarang menghiasi forum tersebut. Apalagi saat Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyampaikan sambutannya yang banyak dibumbui dengan goyunan hingga membuat suasana menjadi lebih meriah.

Acara diawali dengan pemutaran video yang menampilkan foto-foto Rozy Munir sejak menjadi pelajar dan aktivis PMII hingga kiprahnya saat menjabat sebagai Ketua BKKBN, Menteri BUMN dan Ketua PBNU. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemutaran video yang berasal dari dokumentasi TV dan foto Kang Said sejak kecil hingga saat ini, mulai saat menjadi santri pondok pesantren Krapyak hingga meraih gelar doktor di Universitas Ummul Quro Mekkah dengan predikat cumlaude.

Pada malam itu, Kang Said juga sempat menunjukkan foto dirinya saat masih bersia 2 tahun bersama orang tuanya yang merupakan Ketua Ranting NU di Cirebon. Foto itu diambil saat Kang Said diajak Ayahnya dalam sebuah acara NU. Ia pun kemudian menegaskan bahwa dirinya bukan penganut aliran Syi’ah, karena faktanya sejak kecil ia telah dididik oleh ayahnya untuk menjadi generasi NU yang menganut ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah.

”Siapa bilang saya Syi’ah. Sejak kecil saya ini NU. Foto saya saat masih kecil itu buktinya,” kata Kang Said disambut tepuk tangan dan tawa riuh ratusan orang yang hadir dan para tokoh nasional yang pada malam itu duduk di kursi deretan paling depan.

Sementara itu, Rozy Munir dalam sambutannya mengatakan, bahwa buku yang diluncurkannya itu sebenarnya merupakan dokumentasi pemberitaan media massa, baik saat ia menjabat sebagai Ketua BKKBN, Menteri BUMN, Ketua Panwaslu, Ketua IPADI, maupun ketua PBNU yang dijalaninya hingga saat ini. ”Buku ini isinya soal saya menurut pandangan wartawan,” jelas putra Kiai Munasir Ali itu.

Rozy, demikian ia akrab disapa, kerap menjadi fokus pemberitaan media massa, apalagi saat menjabat sebagai menteri BUMN. Media massa kerap memberitakan hal-hal yang positif tentang dirinya. Namun tak karang ia menjadi korban pemberitaan negatif media massa . ”Wartawan bagi saya adalah ratu atau raja dunia. Yang menguasai dunia ini, ya wartawan,” katanya. (rif/amh)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang