Dukungan NU Terhadap Pancasila Bukan Basa-Basi
NU Online · Ahad, 30 Mei 2010 | 01:06 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyatakan dukungan NU terhadap faham kebangsaan dan Pancasila sebagai dasar negara tak basa-basi.
“NU tak basa-basi menyatakan dukungannya terhadap Pancasila, Menurut NU, yang paling tepat kita membentuk negera kebangsaan, negara yang damai atau darussalam, semua satu umat, satu saudara, kalau bahasa politiknya satu nusa satu bangsa, kalau bahasa agamanya bersaudara, tidak ada perbedaan,” katanya dalam perbincangan dengan NU Online,<>em> baru-baru ini.
Penentangan yang dilakukan oleh NU tidak didasarkan pada perbedaan kelompok atau golongan, tetapi siapa saja yang berbuad dzolim, bukan karena perbedaan agama, etnis, atau perbedaan partai politik.
“Fenomena akhir-akhir ini, banyak sekali kelompok ekstrim, terroris, atau paling sederhana, enggan bicara pancasila atau NKRI. Banyak sekali politisi dalam pidatonya, sudah enggan mengatakan Pancasila, sudah alergi, bagi NU tidak, selamanya akan kita pertahankan,” tandasnya.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga menjadi perhatian penting bagi NU. Kang Said berharap agar era otonomi daerah dan adanya globalisasi ini tidak mengarah pada pembentukan negera federal.
“Kita ingatkan, karena di era otonomi daerah ini, dengan adanya DPD, itu kalau tidak betul-betul dikawal dengan tepat, dikhawatirkan menjadi negara federal. Jadi otonomi harus daerah jalan, utusan daerah ada, tapi harus dikawal, jangan cenderung menjadi konfederasi,” terangnya.
Ia menegaskan, dalam berbagai forum sering menyatakan tak bosan-bosannya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tidak mendirikan negera islam, tetapi Negara madinah yang menjunjung tinggi persamaan, keadilan, perdamaian dan kemanusiaan
“Nabi Muhammad bukan membangun negara Islam, penduduknya Islam, Kristen, Yahudi, semua sama di mata hukum, tidak dibedakan di mata masyarakat. Piagam Madinah tidak satu pun mengandung kata Islam, yang ada keadilan, kesamaan. Bagi NU, NKRI, Pancasila, itu sudah final, yang paling tepat menurut kita,” imbuhnya. (mkf)
Terpopuler
1
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
4
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
5
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
6
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
Terkini
Lihat Semua