Warta

Ekspansi Bank Islam Malaysia Bidik Indonesia

NU Online  ·  Kamis, 21 Januari 2010 | 11:37 WIB

Kuala Lumpur, NU Online
Bank Islam Malaysia berencana melakukan ekspansi ke luar negeri, terutama di Asia Tenggara dan Indonesia yang memiliki mayoritas Muslim. Bank syariah tertua di Malaysia ini pun akan tetap mempertahankan level profitnya di atas rata-rata.

Managing director Bank Islam Malaysia, Datuk Seri Zukri Samat, mengatakan Indonesia adalah pasar yang atraktif karena jumlah penduduknya yang banyak, namun ia menolak memaparkan sudah sejauh mana langkah ekspansi yang dilakukan pihaknya. “saya pikir kami memahami pasar Asia Tenggara lebih baik. Akusisi masih berada di agenda kami,” kata Zukri, sebagaimana dikutip laman btimes.com.my, Kamis (21/1).<>

Dalam beberapa tahun terakhir bank-bank Malaysia aktif melakukan ekspansi ke luar negeri. Pasar yang dibidik termasuk negara berpopulasi besar seperti Indonesia, Cina dan Pakistan. Namun bank umum syariah Malaysia yang berdiri sendiri dan tak memiliki induk perbankan konvensional seperti Bank Islam dan Bank Muamalat Malaysia belum merealisasikan langkah ekspansi tersebut.

Bank Islam menyatakan akuisisi menjadi salah satu strategipertumbuhan dalam rencana tiga tahun bank tersebut hingga 30 Juni 2012. Kesehatan Bank Islam sendiri saat ini lebih baik. Setelah mengalami kerugian 1,3 miliar ringgit di 2006, di akhir tahun lalu Bank Islam mencetak laba bersih 160,6 juta ringgit. Total asset bertambah hampir dua kali lipat menjadi 27,5 miliar ringgit. Sementara return on equity (ROE) Bank Islam berada diatas rata-rata industri perbankan syariah yang sebesar 12,4 persen. Di 2009 ROE Bank Islam 16,5 persen. Zukri pun berencana tetap mempertahankan level ROE tersebut dan berjanji tak akan berada di bawah 15 persen tahun ini. Dalam rencana pertumbuhan berkelanjutan Bank Islam juga ingin meningkatkan dua kali lipat pendapatan dari pekerjaan berbasis upah seperti mengatur penjualan obligasi, penawaran saham perdana kepada publik dan konsultasi korporasi.

Meski demikian, Chairman Bank Islam Malaysia, Datuk Mohd Bakke Salleh, mengatakan perbankan consumer tetap menjadi kunci utama bisnis Bank Islam. “Bisnis tersebut akan didukung oleh inovasi produk dan penambahan kantor cabang baru,” kata Bakke.

Hingga 30 Juni 2011 Bank Islam menargetkan memiliki 115 kantor cabang. Hingga November 2009 lalu Bank Islam telah memiliki 100 jaringan kantor. Zukri menambahkan pihaknya juga ingin menggaet nasabah non-Muslim yang kaya. Saat ini jumlah nasabah non Muslim di Bank Islam kurang dari sepersepuluh total nasabah yang berjumlah 2,1 juta orang. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang