Fatayat Situbondo Gelar Muharraman dengan Penguatan Aswaja
NU Online Ā· Jumat, 31 Desember 2010 | 02:16 WIB
Tidak seperti biasanya, kantor Pimpinan Cabang Fatayat Situbondo Jawa Timur, yang berhadapan dengan Polsek Panji, pada hari Kamis 30 Desembet 2010 kemarin ramai dipenuhi oleh pengurus dan anggota Fatayat yang hadir acara perayaan Muharram.
Pada perayaan Muharram kali ini, yang merupakan momentum kemenangan Islam setelah Rasulullah saw hijrah ke Madinah al-Munawwarah, diisi dengan penguatan dan internalisasi paham dan ideologi ahlussunnah wal jamaāah dan dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota Fatayat se-Kabupaten Situbondo, mulai dari tingkat cabang sampai tingkat ranting.
<>
Istimewanya, acara perayaan Muharram kali berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Acara yang dimulai sejak pukul 9.00 pagi tersebut tidak hanya diisi dengan acara seremonial dan tradisional perayaan Muharram, akan tetapi juga mendatangkan narasumber dari luar, yaitu Ustadz Muhammad Idrus Ramli, anggota Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Jember, yang membawa materi penguatan Aswaja.
Dalam acara penguatan Aswaja kali ini, para pengurus dan anggota Fatayat yang hadir, meminta Ustadz Idrus Ramli untuk menguraikan tiga aliran yang akhir-akhir ini mengusik ketenangan dan meresahkan warga nahdliyyin di Kabupaten Situbondo, yaitu aliran Wahabi, Syiah dan Hizbut Tahrir.
Setelah menguraikan dengan agak panjang lebar, apa dan siapa sebenarnya ahlussunnah wal jamaāah itu, Ustadz Idrus akhirnya menguraikan tentang aliran Wahabi dengan materi dari buku terbarunya, yaitu Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi, terbitan Bina Aswaja Surabaya, 2010. Setelah menguraikan perbedaan antara Aswaja dengan Wahabi yang dewasa ini menamakan dirinya Salafi, penceramah menguraikan tentang aliran Syiah secara tuntas.
Penulis buku Madzhab Al-Asyāari Benarkah Ahlussunnah wal Jamaāah tersebut menguraikan tentang perbedaan akidah syiah dengan ahlussunnah wal jamaāah berdasarkan pernyataan para ulama Syiah dalam kitab-kitab yang dianggap otoritatif oleh kalangan Syiah.
Pengurus Lajnah Taālif Wan-Nasyr PWNU Jawa Timur tersebut, menguraikan secara tuntas tentang pandangan Syiah terhadap al-Qurāan, sahabat Nabi saw, keluarga Nabi saw, pandangan Syiah terhadap kaum Muslimin selain Syiah, nikah muātah dan lain-lain dengan merujuk secara langsung terhadap kitab-kitab Syiah yang paling otoritatif seperti al-Kafi, Awail al-Maqalat, Bihar al-Anwar, Fashl al-Khithab dan lain-lain.
Acara penguatan Aswaja berakhir pada pukul 13.00 dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh salah seorang pengurus Fatayat. (lbm)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar
2
Khutbah Jumat: Hikmah Mengingat Kematian dalam IslamĀ
3
Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, Pesantren Tambakberas Gerak Cepat Siapkan Fasilitas
4
Khutbah Jumat: Jangan Gadaikan Kejujuran demi Kepentingan Dunia
5
Khutbah Jumat: Keluarga sebagai Madrasah Pertama
6
Sejarah Berdirinya Pesantren Tambakberas Jombang, Kembali Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
Terkini
Lihat Semua