FKB: Penyimpangan Penyelenggaraan Haji Tak Perlu Dipolitisasi
NU Online · Rabu, 8 Oktober 2008 | 22:21 WIB
Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI menilai, jika terjadi penyimpangan terhadap penyelenggaraan ibadah haji, tak perlu dipolitisasi. Jika sudah ada bukti dan data terjadinya penyimpangan, langsung saja diungkapkan.
"Kalau masalah hukum sebaiknya dibawa ke hukum. Terlalu melelahkan jika hal ini sampai dipolitisasi, apalagi ini sudah dekat Pemilu," kata Anggota Komisi VIII DPR RI dari FKB, Badriyah Fayumi, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/10).<>
Badriyah mengaku tidak tahu menahu dan tidak mau tahu mengenai berbagai tender seputar urusan haji. Alasannya, dia tidak ingin mengingkari tugas aslinya sebagai anggota dewan.
"Ini soal bagaimana kita menempatkan hak dan kewajiban kita dalam dewan legislasi ini, jadi saya tidak tahu menahu soal tender dan korupsi itu," ujarnya.
Namun, secara garis besar, Badriyah menyatakan bahwa di masa mendatang PPIH dalam menjalankan perannya harus lebih terbuka. Hal ini bertujuan agar tidak ada persepsi negatif dari masyarakat.
"Buat PPIH, besok-besok harus bisa transparan, menjalankan semua sesuai prosedur dan yang terpenting jangan sampai membebani masyarakat," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III Soeripto menyatakan banyak penyimpangan yang terjadi terkait penanganan ibadah haji di Komisi VIII DPR. Mulai biaya penyelenggaraan hingga anggaran pendukung (pemondokan dan katering). (ini/rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadhan
2
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Saling Memaafkan
3
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Meningkatkan Kepedulian Sosial
4
Khutbah Jumat: Hikmah Hujan, Tanda Kebesaran Allah dalam Mengatur Alam
5
Khutbah Jumat: Ziarah Kubur, Tradisi Mulia Menyambut Ramadhan
6
Pemerintah Tetapkan Libur Sekolah Awal Ramadhan 18-20 Februari 2026
Terkini
Lihat Semua