Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Marwan Jafar bersikeras bahwa gelar Bapak Pluralisme sangat pantas disandang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Jika ada yang berpendapat Gus Dur tidak layak mendapat gelar tersebut, menurut Marwan, pendapat seperti itu tidak kontekstual.
Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berpendapat bahwa Gus Dur tidak tepat dikatakan sebagai tokoh pulralisme. Presiden RI keempat itu lebih tepat sebagai tokoh pembela kaum minoritas. “Pendapat itu kita hargai, tapi itu tidak kontekstual,” ujar Marwan di Jakarta, Kamis (7/1).<>
Din mengungkapkan alasannya. Selain masalah pluralisme, masalah kemajemukan sudah menjadi isu lama di Indonesia. Bahkan sejak Indonesia ada dengan motto bangsa Bhineka Tunggal Ika. Sebenarnya sudah ada peneguhan Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dan plural.
Menurut Marwan, dibanding dengan tokoh-tokoh sebelumnya, Gus Dur lebih konsisten memerjuangkan pluralisme dan kaum minoritas. Tokoh-tokoh yang disebutkan Din, seperti Soekarno, pernah mengalami perubahan sikap terutama pada masa Orde Baru ketika hal berbau SARA ditekan.
“Yang secara konsisten memperjuangkan pluralitas (keberagaman) sampai akhir hayat hanyalah beliau,” tegas Marwan yang juga inisiator penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur ini. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
4
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
6
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
Terkini
Lihat Semua