FPKB: Tak Ada Menteri Yang Produktif di 100 Hari
NU Online · Senin, 11 Januari 2010 | 14:29 WIB
Menjelang berakhirnya program 100 hari pemerintahan SBY, kinerja menteri kabinet Indonesia Bersatu jilid II mulai mendapat sorotan publik. Hampir semua menteri dipandang tidak berkompeten, karena itu reshuffle kabinet bisa dilakukan sebagai solusinya.
"Saya mendukung (evaluasi). Hampir semua tidak kompeten. Tidak ada yang produktif dalam 100 hari ini, biasa-biasa saja," kata Ketua Fraksi PKB Marwan Djafar di sela-sela pemeriksaan pansus Century di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/1).<>
Menurut salah satu ketua DPP PKB ini, kinerja menteri yang tidak produktif harus mendapat prioritas utama dalam evaluasi program 100 hari pemerintahan. "Ya, semuanya (semua menteri dievaluasi)," pintanya.
Marwan menilai dalam program 100 hari tidak ada kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Apalagi jika kebijakan pemerintah ada yang membebani seperti kenaikan bahan kebutuhan pokok dan BBM.
"Yang jelas, penilaian 100 hari tidak ada apa-apanya, pemetaan masalah belum ada, apalagi penyelesaiannya," pungkasnya. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
5
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
6
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
Terkini
Lihat Semua