Guru Bahasa Inggris di Demak Ikuti Workshop IPNU
NU Online · Selasa, 14 Februari 2012 | 00:20 WIB
Demak, NU Online
Pmpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak menggelar Workshop Bahasa Inggris bagi guru bahasa Inggris se Kab Demak di Pendopo Kabupaten Demak Sabtu 11/2 dengan tema “Attractive And Inovative English Learning Ala Kampung Inggris Pare Kediri Jawa Timur”. Penyelenggaraan acara ini bekerja sama dengan ACCES-ES, lembaga pendidikan bahasa Inggris dari Pare Kediri.
Dalam sambutannya, Assisten II Setda Demak, Eko Pringgolaksito menyambut baik dan berterimakasih terhadap IPNU Demak yang menyelenggarakan kegiatan positif dalam dunia pendidikan dan program pemkab Demak.
<>
“Acara workshop seperti ini sangat penting, selain untuk menambah pengetahuan, juga untuk mendukung program Pemkab Demak dalam Visit Jateng,” katanya.
Ketua IPNU Demak Ahmad Syafiq menuturkan bahwa dari awal masa kepengurusan, IPNU selalu memprioritaskan kegiatan yang bermanfaat bagi pelajar, baik langsung maupun tidak, karena segmen garapan adalah santri dan pelajar.
“Dan setelah penyelenggaraan workshop ini, kami akan segera mengadakan kegiatan lagi,” ungkapnya.
Safiq menambahkan workshop ini adalah bentuk nyata dari kegelisahan rekan-rekan Pengurus Cabang Demak akan pengembangan pelajar dalam kemampuan berbahasa Inggris aktif. Karena sampai saat ini masih banyak siswa yang menganggap bahasa Inggris sebagai momok.
“IPNU sebagai garda terdepan pengkaderan Nahdlatul Ulama ingin berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan bahasa para pelajar di Kabupaten Demak dan ujung tombak keberhasilan pembelajaran adalah pada para guru yang mengajar,” tambahnya.
Sedangkan Ahmad Taufiq menyampaikan dalam proses workshop tersebut, Aa Ramdan, coach dari ACCES-ES Kampung Inggris Pare, memberikan metode pengajaran alamiah bahasa Inggris kepada para guru bahasa Inggris. Pengajaran tersebut menempuh tahapan listening, speaking, reading dan writing. Hal ini berbeda dengan kurikulum bahasa asing yang ada di Indonesia, yakni writing, reading, listening, baru kemudian speaking,
“Sedangkan Resep Natural Learning Abilitiy (NLA) adalah, pertama, jangan belajar grammar, kedua belajar frase Ketiga, membaca dan mendengarkan tidak cukup. Tapi praktek berbicara apa yang didengar. Keempat, totalitas, dan terakhir mempelajari materi yang benar,” ujarnya.
Salah satu peserta dari sayung Mamnuhah, menyatakan sangat senang dan mendapat banyak inovasi serta motivasi dari workshop.
“Mereka kan dari Kampung Inggris Pare, jadi benar-benar tahu bagaimana membuat para siswa berbicara, semoga ini bisa efektif pula di sekolah kami,” ujarnya.
Menurut Taufiq 80 an peserta dari awal sampai akhir, semua peserta sangat antusias dalam mengikuti jalannya worksop. Pada akhir acara, para peserta mendapakan copy gratis pada flasdisk, materi pronunciation, kumpulan frase, dan software kamus Inggris.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor : A Shiddiq Sugiarto
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
Terkini
Lihat Semua