Gus Dur Belum Berpikir Tinggalkan Partai Politik
NU Online · Sabtu, 16 Agustus 2008 | 04:22 WIB
Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) belum berpikir akan meninggalkan gelanggang politik. Ia masih akan tetap aktif di partai yang dipimpinnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
”Yang memegang demokrasi saat ini adalah partai politik. Seneng ga seneng ya itu. Nggak betul kalau saya meninggalkan partai politik,” kata Gus Dur dalam diskusi dan bedah buku ”Pergolakan di Jantung Tradisi: NU yang Saya Amati” karangan As’ad Said Ali, di Jakarta, Jum’at (15/8) tadi malam.<>
Pernyataan Gus Dur itu disampaikan menyusul permintaan kawan-kawannya para aktivis masa Orde Baru pada hari ulang tahunnya yang ke-68. Sejumlah kawan antara lain Bondan Gunawan, Frans Magnis Suseno, Hariman Siregar, Aristides Katoppo, AS Hikam, M Sobary, dan Rachman Toleng, meminta Gus Dur meninggalkan partai politik.
Menurut Gus Dur, partai politik masih menjadi perangkat penting untuk menyampaikan aspirasi demokrasi. Sementara dirinya saat ini sudah memimpin PKB dan tidak akan ditinggalkannya begitu saja.
“Problemnya sekarang PKB itu isinya macem-macem. Ada MUhaimin, ada ini, dan ada itu. Makanya kemarin ada peraturan di DPP, boleh jadi Caleg tapi tidak boleh jadi pengurus PKB,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Libur Sekolah Awal Ramadhan 18-20 Februari 2026
2
Disambut Ketum PBNU, Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU di Malang
3
Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus MUI Masa Khidmah 2025-2030
4
Data Hilal Penentuan Awal Bulan Ramadhan 1447 H
5
Ratusan Ribu Warga Dikabarkan Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 100 Tahun NU di Malang
6
1.686 Warga Padasari Tegal Mengungsi, Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif
Terkini
Lihat Semua