Gus Dur: Kartun Denmark Tak Usah Ditanggapi Serius
NU Online · Senin, 9 Oktober 2006 | 06:05 WIB
Jakarta, NU Online
Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta Umat Islam tidak reaksioner dan emosional menaggapi rekaman video amatir di stasiun televisi Denmark yang memperlihatkan beberapa anggota muda Partai Anti-imigran Rakyat Denmark (DPP) terlibat dalam lomba menggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW.
Hal itu disampaikan Gus Dur usai menutup pengajian Ramadhan sesi pertama Kitab Maqalat Islamiyyin karangan Imam Abu Hasan al-Asy’ary di Masjid Al-Munawwaroh, Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (9/10).
<>Menurut Gus Dur, warga Denmark mempunyai hak untuk mengadakan perlombaan apapun termasuk menggambar kartun yang menyakitkan umat Islam sekalipun sebagai ekspresi ketidakpuasan dan ketidaksenangan mereka dengan warga imigran muslim di sana.
“Biarkan saja, itu hak mereka untuk mengadakan lomba karikatur. Kalau kita tanggapi isu demi isu ya nggak selesai-selesai. Kalau ada orang yang berbuat seperti itu, belum tentu semua berbuat seperti itu. Sama saja kalau di Islam ada yang garis keras belum tentu semua seperti itu,” kata Gus Dur.
Ekspresi ketidaksenangan warga Denmark, lebih luas lagi di warga Barat, terhadap Islam sebenarnya tidak hanya terjadi sekarang. “Kenapa baru sekarang kita bereaksi,” kata Gus Dur.
Warga Denmark sebenarnya tidak simpatik dan merasa muak dengan prilaku sebagian kecil kelompok Islam yang galak dan dieksplorasi habis-habisan oleh media massa sebagai sang pelaku teror. Mereka biasa disebut Islam fundamentalis. Menurut Gus Dur, fundamentalisme Islam itu justru muncul sebagai reaksi atas atas keruwetan globalisasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua