Akhmad Fikri A.F. dipercaya memimpin Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor DI Yogyakarta periode 2009-2014. Ia terpilih sebagai ketua menggantikan Sidik Purnomo dalam Konferensi Wilayah yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Konferwil tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat teras Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta, di antaranya, KH Asyhri Abta (Rais Syuriyah) Prof M. Makshum (Ketua Tanfidziyah).<>
Gus Fikri—begitu panggilan akrabnya—mengaku belum dapat memastikan program yang akan dijalankan selama lima tahun mendatang. Pasalnya, ia harus terlebih dahulu menyusun kepengurusan serta menyelenggarakan rapat kerja.
“Kami belum raker. Jadi, kami belum bisa mengatakan apa program utama GP Ansor 2009-2014. Kami bentuk pengurusnya dululah,” jawab Gus Fikri kepada Kontributor NU Online, Hamzah Sahal, usai Konferwil.
Namun demikian, imbuhnya, terdapat beberapa agenda yang sifatnya perlu segera mendapatkan perhatian, seperti halnya penyelenggaraan Pemilu 2009. Dalam hal itu, pihaknya bertekad berupaya membantu menyukseskan hajatan pesta demokrasi tersebut.
“Kami ingin Pemilu 2009 berjalan damai, jurdil, dan demokratis. Dan, karena itu, GP Ansor juga akan berpegang pada Khittah NU 1926. Kami tak akan memihak ke mana-mana. Ini amanat para kiai sepuh di Muktamar Situbondo, 1984” tegas Gus Fikri.
Gus Fikri dikenal sebagai aktivis sekaligus salah satu pendiri Lembaga Kajian Islam Sosial (LKiS) yang berbasis di Yogyakarta. Ia juga aktivis organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia serta santri alumnus Pondok Pesantren Darun Najah, Jakarta.
Ia tercatat sebagai aktivis LKiS kedua yang menjabat Ketua PW GP Ansor Yogyakarta setelah Nurudin Amin. Hingga kini, Gus Fikri masih menjabat sebagai Direktur Utama PT LKiS Pelangi Aksara. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua