Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mendukung Ali Maschan Moesa untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, Juli mendatang. Namun, katanya, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim itu harus menjadi calon gubernur, bukan calon wakil gubernur.
“Warga NU di Jatim ini mayoritas. Jadi, selayaknya Pak Ali Maschan sebagai tokoh NU, mengambil posisi Jatim I (gubernur), bukan Jatim II (wakil gubernur),” kata Gus Sholah, di Jombang, Jatim, Jumat (29/2) kemarin.<>
Menurut dia, niat Ali Maschan yang disebut-sebut bakal mendampingi Calon Gubernur dari Partai Golkar, Soenarjo, merupakan bentuk ketidakpercayaan diri. Padahal, ujarnya, dukungan dari massa Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) di Jatim cukup besar.
Gus Sholah yang juga adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaku pernah menyarankan kepada Ali Maschan agar lebih memilih calon gubernur. Namun, Ali Maschan menolaknya dengan alasan tak memiliki cukup dana untuk membiayai pencalonannya.
“Kalau dukungan sudah besar, jadi cagub tidak perlu uang banyak. Contohlah di Amerika Serikat. Uangnya justru dari masyarakat,” tegas Gus Sholah yang juga mantan ketua Pengurus Besar NU.
Ia melihat peluang Ali Maschan untuk menduduki posisi nomer sati di Jatim, cukup besar dari segi dukungan massa. Selain itu, katanya, sudah waktunya kader NU terbaik Jatim memimpin provinsi yang sebagian besar masyarakatnya kalangan Nahdliyin itu.
“Kader yang representatif, tentunya Pak Ali Maschan. Tapi, kalau dia kurang percaya diri dengan hanya menjadi cawagub, saya mau bilang apa,” pungkasnya.
Dalam catatan Gus Sholah, sejak Pemilu 1955, Jatim belum pernah dipimpin gubernur dari kader NU. “Tahun-tahun sebelumnya bisa dimaklumi karena jabatan gubernur masih dipilih parlemen. Tapi, sekarang sudah beda, pilihan langsung. Sudah waktunya kader NU memimpin Jatim,” imbuh Gus Sholah.
Tapi faktanya, jabatan gubernur periode depan ini tampaknya juga bukan milik kader NU, karena Ali Maschan kurang percaya diri dengan bersedia hanya menjadi cawagub. “Orang NU itu mayoritas, tapi mentalnya minoritas,” kritiknya. (sbh/sy)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua