Gus Solah: “Syahwat” Politik NU Terlalu Besar, Pendidikan Terabaikan
NU Online · Sabtu, 28 Januari 2006 | 11:58 WIB
Jakarta, NU Online
Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) melontarkan kritik tajam terhadap NU yang dinilainya lemah dalam mengelola lembaga pendidikan. “Syahwat” politik yang terlalu besar membuat agenda NU merawat lembaga pendidikan terabaikan.
”Penyebabnya ya keterlibatan di politik,” kata Gus Sholah di sela acara diskusi yang diselenggarakan PP IPNU di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya Jakarta, Jumat (27/1) lalu.
<>Gus Sholah juga mengatakan, bahwa lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif tertinggal dengan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan organisasi kemasyarakatan (ormas) lain, misalnya, dengan Muhamadiyah. ”Sama Muhamadiyah saya kira kita (NU, Red) masih kalah,” ungkapnya.
Untuk memajukan lembaga pendidikan di NU, lanjut Gus Sholah, fungsi organisasi harus benar-benar diberdayakan. Selain itu, program-program peningkatan mutu pendidikan harus disusun dan dilaksanakan secara rapi. ”Agar bisa maju, organisasi harus difungsikan. Saya yakin masih bisa dioptimalkan,” jelasnya. (rif)
Terpopuler
1
Gerhana Bulan Total Bakal Terlihat di Seluruh Indonesia pada Selasa 3 Maret 2026, Dianjurkan Shalat Khusuf
2
Gus Yahya Sebut Kepergian Ketum Fatayat Margaret adalah Kehilangan Besar bagi Keluarga NU
3
Ali Khamenei Wafat dalam Serangan Israel-Amerika
4
Innalillahi, Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat
5
PBNU Instruksikan Qunut Nazilah Respons Agresi Israel-AS ke Iran
6
Guru Besar Filologi Indonesia, Prof Nabilah Lubis Tutup Usia di Mesir
Terkini
Lihat Semua