Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, budaya bangsa Indonesia saat ini sedang terancam, akibat masuknya budaya luar yang sulit dibendung. Karena itu, harus ada upaya yang tertata rapi agar budaya ketimuran yang selama ini diikuti oleh bangsa Indonesia tidak hilang.
“Budaya bangsa kita bisa hilang, karena masuknya budaya luar. Harus ada upaya agar budaya kita dapat dipertahankan,” kata Hasyim kepada NU Online di Jakarta, Selasa (23/5).
<>Dalam hal berpakaian, Hasyim mencontohkan, bangsa Indonesia telah banyak meninggalkan tata dan norma bangsa yang asli. Kini, banyak masyarakat yang bangga memakai pakaian yang tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan, sebagaimana dipakai orang Timur. ”Pakaian yang dipakai sekarang banyak yang sudah tidak sopan,” ungkapnya.
Karena itu, kata Hasyim, PBNU saat ini menggalang kerjasama dengan ormas-ormas lain, terutama dengan PP Muhamadiyah untuk melakukan gerakan semacam kampanye untuk mengajak masyarakat berperilaku dan berpakaian sopan. ”PBNU dan Muhamadiyah kini sedang menjalin kerjasama untuk kampanye berperilaku sopan,” jelas kiai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur ini.
Mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini menambahkan, Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) sangat penting artinya untuk melindungi budaya bangsa agar tidak luntur oleh pengaruh budaya luar. Karena itulah, PBNU mendukung penuh RUU yang saat ini masih dalam proses penggodokan di DPR. ”Jadi, selain untuk menjaga moral bangsa, RUU APP juga untuk menjaga budaya bangsa,” jelasnya.
Menanggapi semakin memanasnya kontroversi seputar RUU APP, Hasyim mengatakan, banyak pihak yang bermain dalam aksi penolakan RUU tersebut. Pihak-pihak yang bermain itu salah satunya dari kelompok pemilik bisnis hiburan dan kapitalisme. Mereka bersikukuh menolak RUU itu karena takut bisnisnya akan mati. ”Kalau RUU APP itu disahkan yang rugikan mereka itu. Karena itulah, pertarungan soal RUU APP menjadi sangat kuat,” katanya. (amh)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua