Hasyim Inginkan Muktamar NU Diresmikan Presiden dari Nahdliyin
NU Online · Sabtu, 30 Mei 2009 | 08:46 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengaku menginginkan Muktamar NU yang direncanakan digelar di Makassar pada Januari 2010 nanti, dibuka sekaligus diresmikan presiden terpilih yang merupakan nahdliyin (sebutan untuk warga NU).
Hasyim mengatakan hal itu saat memberikan arahan kepada ibu-ibu peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5) siang.<>
"Alangkah sangat menggembirakan kalau Muktamar-nya di sini (Makassar), lalu dibuka oleh presiden yang orang NU, juga orang sini," ujar Hasyim tanpa menyebut nama capres yang dimaksud.
Hasyim mengaku bahwa keinginannya itu diilhami penyelenggaraan Muktamar NU di Kediri, Jawa Timur, tahun 1999 silam. "Muktamar di Lirboyo (baca: pesantren tertua di Kediri) itu dibuka presiden dari NU (nahdliyin)," tandasnya.
Saat itu, hajatan akbar ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut memang dibuka dan diresmikan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Tokoh yang satu ini tak hanya dikenal sebagai nahdliyin, melainkan juga mantan ketua umum PBNU dan cucu Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari.
Saat didesak wartawan, Hasyim mengatakan bahwa pernyataannya bukan merupakan bentuk dukungan NU pada salah satu pasangan capres-cawapres. "Kalau saya menggunakan PBNU untuk dukun mendukung, itu tidak boleh," katanya.
Pilihan NU dalam Pemilu Presiden pada 8 Juli nanti, imbuh Hasyim, diserahkan sepenuhnya pada warga. "Hak politik itu sudah dipindahkan pada warga NU sebagai warga negara," jelasnya.
Namun demikian, Hasyim meyakini sudah ada kecenderungan tertentu dari sebagian besar kalangan nahdliyin terhadap salah satu pasangan capres-cawapres. Apakah yang dimaksud itu pasangan Jusuf Kalla-Wiranto? Ia menjawab diplomatis, "Semoga saja."
Jusuf Kalla yang kini menjabat Wakil Presiden RI, merupakan satu-satunya capres yang jelas berlatar belakang NU. Capres dari Partai Golkar dan Partai Hanura itu juga masih tercatat sebagai Mustasyar (Penasihat) Pengurus Wilayah NU Sulsel. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua