Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan lebih senang jika Khofifah Indar Parawansa berkonsentrasi membesarkan Muslimat NU, organisasi yang beranggotakan kaum ibu NU, daripada mengurus politik.
"Khofifah sebaiknya mengurus Muslimat saja, tak perlu memikirkan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) atau PPP (Partai Persatuan Pembangunan)," kata Hasyim di kantor PBNU, Jakarta, Rabu.
Hasyim mengemukakan hal itu ketika diminta pendapatnya menyangkut upaya Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengajak Khofifah yang merupakan Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat NU kembali ke PPP, partai yang pernah mengantarkan Khofifah sebagai anggota DPR pada 1992-1998.
Saat acara gerak jalan santai di Jombang, Jawa Timur, Minggu (4/3), yang digelar untuk memperingati hari lahir GP Ansor dan Muslimat NU, Suryadharma Ali kembali "merayu" Khofifah agar balik ke PPP menyusul Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf.
Pada kesempatan itu, Suryadharma menyatakan dengan masuknya Saifullah Yusuf di jajaran Majelis Pertimbangan Partai PPP, maka partai berlambang Ka’bah itu tak bisa lagi dicap sebagai "partai orang tua". "Kalau anak muda didampingi ibu-ibu kan lebih adem," kata Surya saat itu.
Saat diminta tanggapannya mengenai "rayuan" Suryadharma, Khofifah yang saat ini masih tercatat sebagai anggota DPR RI dari PKB menyatakan hingga saat ini belum berpikir soal partai karena ingin lebih berkonsentrasi membesarkan Muslimat NU.
Namun, jawaban Khofifah tersebut di dalam penilaian Hasyim Muzadi belum memberikan jaminan bahwa mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Abdurrahman Wahid (GUs Dur) itu sungguh-sungguh tak akan "menduakan" Muslimat NU dengan partai politik.
"Kalau memang seperti itu (tak memikirkan partai, red) kenapa ada acara gerak jalan (yang menghadirkan Ketua Umum PPP) segala," kata Hasyim. (ant/mad)
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua