Warta

Hasyim: NU Tak Butuh Klaim Parpol

NU Online  ·  Kamis, 22 Januari 2009 | 05:01 WIB

Jember, NU Online
Banyaknya partai politik (parpol) yang mengklaim diri sebagai partainya orang NU, disikapi dingin oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan NU mempunyai magnet yang cukup kuat bagi parpol, terutama dalam upaya menjaring suara warga Nahdliyin (sebutan untuk warga NU).

“Tapi NU tidak butuh klaim. Yang dibutuhkan NU adalah fakta, apakah dia ada atau tidak pengabdiannya di NU,” tukasnya kepada NU Online usai mengikuti tahlilan 3 hari wafatnya Nyai Muchit Muzadi di kediaman KH Muchit Muzadi, Jl. Kalimantan 24, Jember, Rabu malam (21/1).<>

Jika parpol tersebut peduli dan mempunyai pengabdian kepada NU, kata Hasyim, secara otomatis warga NU akan mendukungnya. Jika tidak, dengan sendirinya warga NU akan malas memilih partai tersebut walaupun mengaku sebagai partainya orang NU. “Kita lihat siapa yang mendukung NU,” ujar pegasuh Pondok Pesantren Al-Hikam ini.

Hasyim menegaskan, NU membebaskan warganya memilih partai apa saja, sesuai selera masing-masing. Namun kebebasan menentukan pilihan itu harus disertai dengan rasa tanggungjawab yang tinggi, baik tanggungjawab kepada NU, agama maupun bangsa. Dijelaskannya, tanggunjawab kepada NU, termasuk agama dan ideologinya.

“Kita tidak boleh memilih orang (calon anggota legislatif) atau partai politik yang justru kelak menggerogoti ideologi NU. Itu artinya bebas tapi bertanggungjawab,” ungkapnya.

Hari ketiga acara tahlilan wafatnya Nyi Muchit Muzadi yang digelar di Masjid Sunan Kalijaga itu, diikuti sekitar 450 orang. Selain dari warga sekitar, para kiai juga tampak khusyu’ mengikuti tahlilan. Diantaranya adalah KH Muzakki Syah, KH Saiful Bahri (Talangsari) dan tentu saja para pengurus NU. (ary)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang