Hingga hari ke-10 Makam Gus Dur Terus Dibanjiri Peziarah
NU Online · Sabtu, 9 Januari 2010 | 06:27 WIB
Para Peziarah yang terus berdatangan di lokasi pemakaman Presiden Republik Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), hingga hari ke sepuluh, Sabtu (9/1), sejak dimakamkan pada tanggal 31 Desember tahun lalu. Para peziarah yang datang dari berbagai pelosok pulau Jawa terus berdatangan dan silih berganti berdoa di sekitar pusara Gus Dur.
"Setiap hari, kami menerima ribuan peziarah yang terus silih berganti menyempatkan bersilaturrahim dan berbela sungkawa atas meninggalnya Gus Dur. Itu saja belum termasuk mereka yang tidak sempat mampir, jadi datang langsung berziarah dan kemudian kembali," tutur Ibu Nyai Farida Shalahuddin Wahid kepada para santri Pesantren Ciganjur yang sedang be4rziarah dan bersilaturrahim di Tebuireng, Sabtu (9/1).<>
Menurut Ibu Nyai Farida, dirinya tidak dapat memperkirakan secara pasti berapa ribu peziarah yang terus datang silih berganti selama 24 jam. Ini berarti dirinya, beserta dengan para pengurus Pondok PEsantren Tebuireng lainnya, harus terus terjaga selama 24 jam untuk melayani para tamu.
"Saya sendiri bangun jam 04.00 WIB, kemudian menyambut tamu yang sudah menunggu untuk berbela sungkawa. hal ini terus terjadi hingga larut malam. Itu pun beberapa rombongan tamu lainnya tidak sempat kami sambut. Kami mohon maaf atas keterbatasan ini," tutur Ibu Nyai Farida yang sudah sekitar 4 tahun menetap di tebuireng sejak suaminya (KH Shalahuddin Wahid) didaulat sebagai Pengasuh Pesantren tebuireng.
Sementara itu, di kediaman Gus Dur, di Ciganjur, hingga saat ini terus dilaksanakan pengajian khataman Al-Qur'an selama 24 nonstop. Menurut rencananya, kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 40 hari terhitung sejak meninggalnya Gus Dur. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
5
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
6
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
Terkini
Lihat Semua