Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang mewisuda 505 mahasiswa. Ini merupakan Wisuda Sarjana ke-57, Magister ke-24 dan Perbankan Syariah ke-10.
Adapun ke 505 wisudawan terdiri 43 mahasiswa Dakwah, 94 mahasiswa Syariah, 216 mahasiswa Tarbiyah, 45 mahasiswa Ushuluddin, 32 mahasiswa Perbankan Syariah dan 75 mahasiswa Program Pascasarjana.<>
Wisuda digelar Kamis (29/8) lalu di Auditorium II Kampus III IAIN Semarang. Pembantu Rektor 1, Prof DR H Muhibbin M.Ag dalam sambutannya mengungkapkan dari sejumlah mahasiswa yang diwisuda dipilih enam wisudawan terbaik.
Adapun wisudawan terbaik, kata Muhibbin adalah M Khanif Miftahudin dari Dakwah dengan IPK 3.91, Ahmad Munif dari Syariah dengan IPK 3.81, Rohma Mauhibah dari Tarbiyah dengan IPK 3.91, Azzah Nor Laila dari Ushuluddin dengan IPK 3.84, Mohammad Farid Fad dari Program Pascasarjana dengan IPK 3.71 dan Rahayu dari Perbankan Syariah dengan IPK 3.84.
M Khanif Miftahudin, mewakili sambutan dari wisudawan terbaik menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen IAIN Walisongo Semarang atas seluruh fasilitas yang telah diberikan kepada seluruh mahasiswa.
Sementara itu, KH Maimun Zubair dari Temanggung, wali dari Khanif Miftahudin mengungkapkan permohonan maaf apabila terdapat banyak kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa baik disengaja maupun tidak. Sehingga, lanjut Maimun ilmu yang diterima di kampus akan menjadi ilmu yang bermanfaat nantinya.
Prof DR H Abdul Djamil MA, Rektor IAIN Walisongo dalam amanatnya mengutarakan proses panjang yang dialami mahasiswa dalam menempuh studi di IAIN Walisongo.
“Menjadi sarjana IAIN Walisongo memanglah tidak mudah. Harus menghadapi berbagai rintangan dan halangan. Akan tetapi semua halangan dan rintangan dan halangan tersebut mesti dihadapi oleh mahasiswa,” katanya.
Meski penuh rintangan dan halangan, kata Djamil yang menjadikan lulusan IAIN Walisongo layak berprofesi apapun asalkan yang positif. Diakhir amanat Rektor, Djamil berpantun, “Disini lembah disana lembah/ ditengah-tengahnya kampus IAIN/ jika setahun kedepan anda belum mendapatkan pekerjaan/ mintalah bantuan kepada Allah.”
Turut hadir dalam kesempatan itu KH Wildan Abdul Hamid, kiai sepuh asal Kendal dan beliau yang memimpin jalannya doa. (qim)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua