Jabar

Saat Puluhan Ribu Muslimat NU Jawa Barat Hijaukan Setiap Sudut Masjid Raya Al-Jabbar

NU Online  ·  Senin, 20 April 2026 | 06:00 WIB

Saat Puluhan Ribu Muslimat NU Jawa Barat Hijaukan Setiap Sudut Masjid Raya Al-Jabbar

Suasana di ruang utama Masjid Raya Al-Jabbar yang dipadati puluhan ribu kader Muslimat NU Jawa Barat. (Foto: NU Online Jabar/Rizqy)

Bandung, NU Online
Masjid Raya Al-Jabbar, sang ikon kebanggaan Jawa Barat, hari ini menjadi saksi bisu atas sebuah momentum bersejarah yang luar biasa.

 

Seluruh sudut kawasan masjid telah berubah menjadi 'Lautan Hijau', warna kebesaran seragam ibu-ibu Muslimat NU yang datang dari berbagai pelosok kota dan kabupaten di Jawa Barat pada Sabtu (18/4/2026) untuk menghadiri Halal Bihalal dan resepsi peringatan Harlah Muslimat Nu ke-80.


Arus jamaah sudah mulai berdatangan sejak Jumat malam. Mereka rela menempuh perjalanan jauh, bahkan menginap di sekitar kawasan masjid demi bisa hadir lebih awal.


Bahkan, hingga Sabtu (18/4/2026) pukul 09.22 WIB pagi, ribuan jamaah terpantau masih terus mengalir masuk, memperpanjang barisan yang tak henti-hentinya memadati area masjid.

 

Diberitakan NU Online Jabar, antusiasme ini membuat kapasitas Masjid Raya Al-Jabbar mencapai puncaknya. Lantai 2 dan 3 yang menjadi ruang utama ibadah terpantau full, begitu pula dengan lantai 1 dan area plaza. Karena kapasitas bangunan sudah tidak mencukupi, puluhan ribu jamaah membludak hingga memenuhi halaman luas dan pelataran luar masjid.


Masjid Raya Al-Jabbar Bandung itu mampu menampung 60.000 jamaah, baik di dalam maupun di plazanya dengan pembagian di dalam masjid bisa menampung 33.000 jamaah dan sisanya bisa tersebar hingga ke plaza.


 

Suasana terowongan di pelataran Masjid Raya Al-Jabbar. (Foto: NU Online Jabar/Abdul Manap).


Kemegahan acara ini semakin bermakna dengan kehadiran deretan tokoh dan ulama kharismatik. Tampak hadir di tengah-tengah jamaah, Ketua Dewan Penasehat PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa, yang memberikan motivasi bagi para kader perempuan.

 

Suasana semakin khidmat dengan kehadiran Mustasyar PBNU, KH Said Aqil Siroj, serta jajaran pimpinan wilayah di antaranya Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat, KH Abun Bunyamin, dan Mustasyar PWNU Jawa Barat, KH Man Muhammad.

 

Kehadiran para guru bangsa ini disambut hangat oleh tuan rumah, Ketua Umum Masjid Raya Al-Jabbar, KH Tata Sukayat, yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar di bawah naungan masjid kebanggaan rakyat Jawa Barat tersebut.


Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan zikir, tetapi juga aksi nyata dan pernyataan sikap global. Dilaksanakan agenda Santunan Anak Yatim sebagai wujud kasih sayang, serta pembacaan surat Muslimat NU kepada PBB yang berisi himbauan tegas untuk menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian dunia.

 

Selain itu, diberikan pula penghargaan YKMNU, hadiah Lomba Dai Digital HIDMAT NU, hingga hadiah Lomba Video Ramadhan Ramah Anak sebagai apresiasi atas kreativitas dakwah di media sosial.


Satu hal yang menarik perhatian dalam perhelatan akbar ini adalah semangat kemandirian jamaah. Kegiatan besar ini merupakan hasil dari sistem udunan atau iuran sukarela.

 

Sejumlah tim dari Muslimat NU Jawa Barat menyebar di tengah-tengah massa dengan membawa kotak-kotak bertuliskan 'Harlah Muslimat NU ke-80'. Para jamaah menyisihkan rezekinya ke dalam kotak tersebut, menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi umat dan kemandirian organisasi menjadi motor utama penggerak acara ini.


Di balik kemegahan acara, Muslimat NU Jawa Barat juga tidak lupa untuk menitikberatkan pada ketertiban. Para jamaah diimbau untuk membawa bekal makanan, obat-obatan pribadi, hingga kantong plastik mandiri untuk sandal dan sampah.

 

Secara tegas, Muslimat NU melarang jamaah untuk makan dan minum di dalam ruang utama Masjid Raya Al-Jabbar guna menjaga kesucian dan kebersihan masjid kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang