Indonesianis : Masih ada Prasangka Buruk terhadap Islam
NU Online · Senin, 9 Januari 2012 | 10:23 WIB
Jakarta, NU Online
Indonesianis asal Australia Greg Barton mengatakan Indonesia bisa menjadi duta Islam di masa mendatang dan menjadi teladan karena negeri ini bisa mencapai demokrasi dengan damai tanpa intervensi militer.
Namun demikian, selalu masih ada prasangka buruk terhadap Islam yang disematkan oleh Barat. Terutama terkait dugaan terorisme. <>
Demikian kesimpulan yang disampaikan penjabat Direktur Pusat Islam dan Dunia Modern dari Monash University, Australia, Prof Greg Barton dalam diskusi antar umat beragama yang diselenggarakan KBRI Phnom Penh seperti siaran pers-nya di Jakarta, Senin (9/1).
Menurut Greg, meskipun Islam pada masa lalu memberikan sumbangan cukup besar untuk ilmu pengetahuan seperti ilmu perbintangan, ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu lainnya, namun saat ini banyak faktor yang menyebabkan citra buruk Islam di dunia modern terutama di Barat.
"Masih terdapat prasangka buruk terhadap Islam di Barat khususnya terkait dengan terorisme," katanya.
Greg juga mengatakan sumbangan Islam pada demokrasi Indonesia jauh lebih signifikan daripada yang terduga sebelumnya. Indonesia pada 2011, katanya, merupakan teladan yang menonjol buat negara-negara pada pusatnya Dunia Islam yang mengalami tuntutan Arab Spring.
"Walaupun jauh dari sempurna Indonesia sebenarnya mencapai demokrasi dengan damai, tanpa intervensi militer dan dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada yang diperkirakan sebelumnya," kata Prof. Greg Barton.
Sangat dekat dengan tokoh-tokoh islam di Indonesia, salah satunya Presiden RI ke-4 Abdrurrahman Wahid yang akrab disapa dengan Gus Dur. Pada 2002 Prof. Greg menulis buku biography Gus Dur berjudul 'Abdurrahman Wahid, Muslim Democrat, Indonesian Democrat. Indonesian President: a view from the inside'.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua