IPNU-IPPNU Diminta Waspadai Islam Transnasional
NU Online · Selasa, 21 Oktober 2008 | 22:34 WIB
Sebagai benteng kekuatan kaum muda di pedesaan, organisasi pelajar NU, IPNU-IPPNU dimintai mewaspadai gerakan Islam transnasional yang berupaya mengobok-obok ajaran Islam ahlusunnah wal jamaah. Pasalnya, gerakan mereka bagai cacing yang menembus tanah basah.
“Dimana ada NU, justru di situ malah dijadikan ladang penggarapan dengan cara menyusup bagai cacing di ladang yang basah menghisap saripati tanah,” ungkap Dosen IAIN Walisongo Semarang Imam Fadillah saat menjadi pembicara dalam dialog bersama Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kab. Brebes sekaligus halalbihalal di Aula Kantor Depag Kab. Brebes, Selasa (21/10).<>
Dengan menggerogoti para kader muda NU, mereka berupaya menghapus ajaran NU yang ahlussunah wal jamaah. Maka dia berharap kader IPNU-IPPNU jangan sampai tergoyahkan. Dalam dakwahnya juga terselubung. Kadang dibarengkan dengan aktivitas kepartaian tertentu.
“Kader mereka (Islam trans), juga tak segan-segan mengikuti jamiyahan NU. Namun di dalammnya sambil menggerogoti dan menebar diskusi kusir persoalan bidah dan lain sebagainya,” ujarnya.
Sementara pembicara lain, Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif Kab. Brebes Syamsul Maarif, S.Pd. Memberi solusi agar tidak semakin berkembang gerakan Islam trans nasional, disetiap sekolah di bawah LP Maarif akan didirikan Komisariat IPNU-IPNU.
Menurut Ketua Pengurus Cabang IPPNU Nur Imah, selaku panitia, dalam kesempatan tersebut juga dibedah Majalah Justisia edisi 32 tahun ke-XVII 2008 milik IAIN Semarang. Hadir dalam kesempatan tersebut pemimpin umumnya, Moh. Nasrudin.
Sebanyak lebih kurang 150 peserta diskusi dan halalbihalal saling memberikan penilaian dan sikap sesuai dengan daya nalarnya masing-masing sesuai taraf pelajar. Namun pada kesimpullannya, menurut Nasrudin pelajar sekarang untuk lebih waspada dalam pergaulan dan memilih teman sepergaulan dalam mengembangkan Islam di Bumi Pertiwi ini. (was)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua