Kesuksesan seorang pelajar dibuktikan dengan prestasi yang dicapainya. Termasuk kemampuan untuk ‘berebut’ kursi di perguruan tinggi favorit di ajang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Agar kesuksesan tersebut bukan sekadar ayalan cita-cita semata. Maka perlu diupayakan dengan kerja keras dan kerja cerdas.
Guna membantu anggota pelajar NU menuju kearah kesuksesan, Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) akan menggelar Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Seleksi Masuk PTN Wilayah Jateng dan DIY. Kegiatan akan dipusatkan di DIY dan Rembang pada 27-31 Desember mendatang.<>
“Bila kesuksesan tercapai, tentu menjunjung tinggi atas diri sendiri dan keluarganya,” ujar Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) IPNU Riyadu Topeq saat konsolidasi kegiatan Pesantren Kilat Mata Air untuk Wilayah Pantura di Bascamp PC IPNU Brebes Jalan Kembang Baru Brebes Senin (7/12).
Anggota IPNU-IPPNU di berbagai cabang, lanjutnya, belum semua memiliki ‘keberanian’ yang tangguh dalam menggapai cita-citanya. Dengan memanfaatkan liburan sekolah, peserta akan mendapat bimbingan dalam suasa yang ceria dari para trainer yang berpengalaman. “Nara sumber berasal dari UI, ITB, UGM tokoh terkemuka Pemerintah, BUMN, Pendidikan dan LSM,” terangnya.
Adapun materi yang akan disajikan meliputi seminar dan diskusi, outbond, dinamika kelompok, pelatihan kepemimpinan, seni budaya, simulasi seleksi masuk PTN dan lain-lain. “Peserta, akan disaring dari anggota IPNU yang kini sedang belajar di SMA/MA/SMK terkemuka di Cabangnya masing-masing,” ujarnya.
Menurut Topeq, kegiatan yang digelar kerja sama antara IPNU-IPPNU dengan Yayasan Komunitas Mataair Jakarta ini sebelumnya telah dilangsungkan di Jakarta. Yayasan tersebut, telah bergerak dalam pengembangan sumber daya generasi muda sejak tahun 2005. "Berdasarkan pengalaman, kegiatan ini mampu menelorkan bibit-bibit unggul calon pemimpin bangsa," tandasnya. (was)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
GP Ansor Jatim Desak Pemerintah Tertibkan Sound Horeg dan Kecam Penghinaan terhadap Ulama
Terkini
Lihat Semua