Islam Dicap Agama Kekerasan Karena Ulah Oknum Umat
NU Online · Senin, 21 Desember 2009 | 12:13 WIB
Agama Islam kerap dicemari oleh perilaku segelintir umat Islam yang menjadikan Islam sebagai landasan untuk melakukan tindak kekerasan. Ini ditegaskan Kepala Badan Litbang Departemen Agama, Atho Mudzhar saat membuka Seminar Sehari Peningkatan Kualitas Dakwah Di Kalangan Ormas di Jakarta akhir pekan lalu.
''Islam adalah sebagai agama yang mengajarkan kedamaian dan keselamatan bagi semua (rahmatan lil 'alamin). Namun ayat-ayat suci Alquran telah dipahami sedemikian rupa, sehingga ajaran kedamaian dan keselamatan bagi semua itu terhijab di balik dinding wajah garang yang menghalalkan tindakan-tindakan kekerasan. Kondisi ini tentu tidak boleh dibiarkan berlanjut,'' tegas Atho.<>
untuk itu menurut Atho, diperlukan upaya-upaya dari berbagai pihak untuk terus tanpa kenal lelah mensosialisasikan spirit Islam sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin.
Dalam rangka mewujudkan spirit Islam yang mulia tersebut, Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI telah melakukan berbagai kajian dan kebijakan, di antara-nya menerbitkan tafsir Al-Quran tematik tentang Hubungan Antarumat Beragama yang di dalamnya menjelaskan bagaimana pandangan para mufasir klasik dan modern tentang Islam yang menjunjung toleransi dan kebersamaan.
Litbang Depag juga menggelar Dialog Pengembangan Wawasan Multikultural antara Pimpinan Pusat dan Daerah Intern Agama Islam dan Antarumat Beragama, dan melakukan kerjasama dengan berbagai ormas keagamaan bagi penyelenggaran diskusi dan seminar yang melibatkan komponen masyarakat sipil (civil society) sebagaimana yang kita lakukan sekarang ini.
''Nilai penting kedua kegiatan ini adalah keterlibatan Persis, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Persis telah banyak menyumbangkan pikiran, tenaga bagi proses pencerdasan kehidupan bangsa dan pemberdayaan masyarakat. Dengan struktur organisasi yang merambah dari tingkat pusat hingga tingkat daerah (ranting di desa) masing-masing mempunyai amal usaha, dan jumlah anggota yang cukup banyak,'' papar Atho. (min)
Terpopuler
1
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
2
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
4
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
5
Kultum Ramadhan: Teladan Rasulullah di Sepertiga Akhir Ramadhan
6
Menyembunyikan Masa Lalu Kelam dari Calon Istri, Haruskah Jujur?
Terkini
Lihat Semua