Israel Lancarkan Serangan Udara Terbaru ke Lebanon
NU Online · Selasa, 18 Juli 2006 | 07:01 WIB
Beirut, NU Online
Israel kembali melancarkan serangan udara baru ke Lebanon Selasa (18/7) dalam semalam. target serangan itu termasuk instalasi radar militer Lebanon di selatan, tempat penyimpanan roket, bunker-bunker dan bangunan-bangunan, kata militer Israel.
Sebelumnya Israel juga melancarkan serangan ke sejumlah kota besar lain di Lebanon, seperti Tirus dan Tripoli di wilayah utara Lebanon, Baakbek di timur, Zahleh di wilayah barat, bahkan perkampungan nelayan Abdeh di utara Lebanon.
<>Sementara itu, Hizbullah menembakkan roket-roketnya ke Israel Senin malam, yang memukul Safet, Sakhnin, Rosh Pina dan kota perbatasan Kiryat Shmona, namun Israel utara situasinya relatif tenang sepanjang malam tersebut. Dilaporkan, hanya sebuah roket yang tidak meledak menimpa kota pantai Nahariya.
Militer Israel mengatakan, kelompok-kelompok kecil beranggotakan tiga sampai empat pejuang-pejuang Hizbullah telah dua kali berusaha menembus ke dalam Israel utara pada malan itu, namun cepat diketahui.
Para prajurit memukul sasaran-sasaran yang dikenali, namun tak dapat mengatakan apakah mereka tewas atau cedera, kata jurubicara tersebut.
Serangan-serangan udara terbaru terjadi setelah sedikitnya 47 orang tewas di Lebanon Senin, sehingga jumlah warga Lebanon yang tewas menjadi lebih dari 200 orang dalam enam hari, termasuk 195 warga sipil dan 12 prajurit. Lebih dari 440 orang mengalami cedera.
Sumber AP melaporkan, sebanyak 24 warga Israel juga tewas dan lebih 300 orang cedera akibat hantaman lebih dari 700 roket yang ditembakkan oleh Hizbullah, kata jurubicara itu.
Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert dalam pidatonya di hadapan Knesset (parlemen) Senin malam mengeluarkan tiga syarat bagi gencatan senjata dengan Lebanon, seraya mengatakan bahwa Hizbullah harus mengembalikan dua prajurit Israel yang diculik di dalam satu pertempuran lintas-batas pekan lalu, gencatan senjata penembakan roket-roket terhadap negara Yahudi itu, dan menyerahkan pengawasan atas Lebanon selatan. (dar)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua