Israel Minta Maaf Atas Pembantaian 50 Tahun Lalu
NU Online · Ahad, 23 Desember 2007 | 20:51 WIB
Tel Aviv, NU Online
Presiden Israel, Shimon Peres, Sabtu (22/12) lalu, meminta maaf atas pembantaian warga Palestina yang terjadi lebih dari 50 tahun lalu di Desa Kfar Qassem.
Peres pada Jumat mengunjungi desa tersebut, di mana pada 29 Oktober 1956 lalu yang juga hari pertama perang Israel-Mesir, pasukan kemanan membunuh 48 warga sipil Israel keturunan Arab.
"Peristiwa mengerikan terjadi di sini pada masa lampau, dan kami sangat menyesal untuk hal tersebut," kata Peres seperti dikutip kantor berita setempat.
"Kita semua adalah anak dari Tuhan yang sama, yang melarang kita membunuh, menindas dan merendahkan orang lain," lanjutnya.
Menurut pihak Israel, polisi perbatasan menembak sekelompok pekerja Arab yang melanggar jam malam.
Para korban yang di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, saat itu sedang dalam perjalanan pulang sehabis bekerja dan tampaknya tidak tahu ada pemberlakuan jam malam.
Para anggota pemerintahan Israel di masa sebelumnya secara pribadi juga telah minta maaf atas insiden Kfar Qassem.
Aktivis HAM di masa lalu pernah mempertimbangkan untuk mengadukan pemerintah Israel ke pengadilan kejahatan perang akibat pembantaian itu. (ant/nur)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua