Haul Ke-5 AGH Sanusi Baco Jadi Ruang Merawat Keteladanan Ulama dan Tradisi Keilmuan
NU Online Ā· Senin, 25 Mei 2026 | 10:00 WIB
āMaros, NU Online
Keluarga besar Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Maros menggelar haul ke-5 Anregurutta Haji (AGH) Sanusi Baco di kompleks Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Soreang, Kabupaten Maros, Sabtu (23/5/2026).
ā
āRatusan santri, alumni, pembina pesantren, serta keluarga besar almarhum hadir dalam kegiatan tersebut untuk mengenang keteladanan dan perjuangan ulama kharismatik Sulawesi Selatan itu.
ā
āHaul tahun ini juga dirangkaikan dengan haul ke-24 istri almarhumah yang wafat lebih dahulu. Momentum tersebut dimaknai sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus pengingat atas jejak pengabdian pasangan ulama yang banyak berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam dan dakwah di Sulawesi Selatan.
ā
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan Prof Muammar Bakry mengenang pesan-pesan dakwah AGH Sanusi Baco yang selama hidupnya terus mengajarkan keteguhan iman dan keikhlasan dalam berkhidmah.
ā
āMenurutnya, salah satu pesan yang kerap disampaikan AGH Sanusi Baco adalah bahwa kematian bagi orang beriman merupakan bentuk istirahat setelah menjalani pengabdian panjang di dunia.
āāBeliau selalu mengatakan bahwa kematian orang beriman adalah istirahat baginya. Dan pesan itu benar-benar tercermin dalam kehidupan beliau yang hingga akhir hayatnya tetap berdakwah dan mengabdi kepada umat,ā ujar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan itu.
āRangkaian haul diisi dengan pembacaan doa, tahlil, ayat suci Al-Qurāan, zikir bersama, serta ceramah agama yang mengulas perjalanan hidup dan keteladanan AGH Sanusi Baco.
ā
āDalam suasana khidmat, jamaah diajak untuk tidak sekadar mengenang sosok almarhum, tetapi juga meneladani nilai-nilai perjuangan dan akhlak yang diwariskannya kepada masyarakat.
ā
āBagi kalangan santri dan alumni, haul tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan spiritual dengan guru serta menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren.
ā
āSelain sebagai bentuk penghormatan kepada ulama, haul juga dipahami sebagai tradisi keislaman yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Muslim di Indonesia. Tradisi tersebut menjadi ruang refleksi untuk meneladani akhlak, ilmu, serta perjuangan tokoh yang diperingati.
ā
āAGH Sanusi Baco dikenal sebagai salah satu ulama berpengaruh di Sulawesi Selatan yang memiliki dedikasi besar dalam pengembangan dakwah, pendidikan Islam, dan pembinaan masyarakat.
ā
āSosok kelahiran 3 April 1937 itu dikenang luas karena keteduhan sikap, kedalaman ilmu, serta kedekatannya dengan masyarakat dari berbagai kalangan.
ā
āJamaah yang hadir juga mengenang pribadi AGH Sanusi Baco sebagai ulama yang sederhana, ramah, dan penuh perhatian kepada siapa pun yang datang menemuinya.
ā
āāNasihat beliau selalu menenangkan dan membuat orang merasa dihargai. Senyum dan cara beliau berbicara menjadi kenangan yang sulit dilupakan,ā ungkap salah seorang alumni pesantren.
ā
āAGH Sanusi Baco wafat pada 15 Mei 2021. Meski telah lima tahun berpulang, jejak perjuangan dan keteladanannya dinilai tetap hidup di tengah masyarakat serta terus menjadi inspirasi bagi santri, alumni, dan umat Islam di Sulawesi Selatan.
ā
āMelalui haul tersebut, keluarga besar Pesantren Nahdlatul Ulum berharap nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan semangat pengabdian yang diwariskan AGH Sanusi Baco dapat terus dirawat dan diteruskan oleh generasi penerus.
ā
ā
āKontributor: Sahyul Pahmi
Terpopuler
1
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
2
Nasirun, Keluarganya, dan Tarekat
3
Disertasi tentang Orientasi Doktrinal NU Antar Asikin Sumarto Raih Doktor di University of Jordan
4
PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung 3.000 Lebih Peserta Muktamar Ke-35 NUĀ
5
Baznas Ajak Elemen Bangsa Perkuat Persatuan melalui Gerakan Zakat
6
Masuk Bursa Bakal Calon Ketua Umum PBNU, Ini Kiprah dan Profil KH Marsudi Syuhud
Terkini
Lihat Semua