Israel Mundur, PBB Sambut Baik
NU Online · Jumat, 19 November 2010 | 14:30 WIB
New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut gembira keputusan Israel untuk menarik pasukan dari wilayah Ghajar, desa yang berbatasan dengan Libanon. Karena PBB sejak lama menetapkan desa di perbatasan itu sebagai wilayah netral.
Jubir Sekjen PBB Ban Ki-moon, Farhan Haq, menyatakan penarikan pasukan Israel dari bagian utara desa itu akan menjadi langkah penting menuju penerapan sepenuhnya Resolusi 1701 yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB, 2006.&<>lt;br />
“PBB akan terus bekerja sama secara erat dengan semua pihak dalam proses selanjutnya untuk menentukan status akhir Ghajar,” kata Ban. Selain Ghajar, Israel juga menduduki Dataran Tinggi Golan, wilayah Israel yang berbatasan dengan Suriah.
Pada 1981, penduduk Ghajar mendapatkan kewarganegaraan Israel. Tapi, mereka menganggap diri sendiri sebagai warga Suriah. Israel sempat menyingkir dari Ghajar utara pada 2000 setelah pendudukan selama 22 tahun di Libanon Selatan.
Namun rezim Zionis kembali menduduki Ghajar pada 2006, saat berperang melawan kelompok militan Hizbullah. Ban Ki-moon memuji semua pihak atas komitmen mereka menjalankan Resolusi DK-PBB 1701. Sekjen PBB menekankan tekad dan komitmen PBB untuk memajukan pelaksanaan resolusi secara penuh.
Sebelumnya, Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas dilaporkan telah berbicara melalui saluran telpon dengan Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel.(amf/ant)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah
2
Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama April 2026
4
Khutbah Jumat: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Utang
5
Di Manakah Jutaan Orang Arab dalam Perang Iran Vs Israel dan AS?
6
Khutbah Jumat: Evaluasi Keuangan Setelah Hari Raya
Terkini
Lihat Semua