Lesbumi PBNU Harapkan Muktamar Kebudayaan Menjadi Legasi Berkelanjutan
NU Online · Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Jombang, NU Online
Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) VII Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi ditutup pada Ahad (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (12–14/6/2026), tersebut dipusatkan di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha), Jombang.
Ketua Lesbumi PBNU, Kiai M Jadul Maula, menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan Muktamar Kebudayaan Indonesia yang pertama ini dapat menjadi warisan berharga bagi generasi Lesbumi pada masa mendatang. Menurutnya, keberlanjutan forum tersebut penting sebagai bagian dari upaya merawat dan mengembangkan kebudayaan di Indonesia.
"Harapan kami, kegiatan ini juga menjadi legasi agar nanti generasi Lesbumi selanjutnya masih terus menyelenggarakan Muktamar Kebudayaan Indonesia," ujarnya saat memberikan sambutan penutupan.
Kiai Jadul menjelaskan bahwa Muktamar Kebudayaan dan Rakornas VII Lesbumi PBNU menjadi ruang refleksi bagi dunia seni dan budaya. Ia menilai seni memiliki peran penting dalam menyuarakan kegelisahan sekaligus mengekspresikan pemikiran yang hidup di tengah masyarakat.
"Tugas seni adalah menyuarakan ekspresi masyarakat, juga membahasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat yang belum ditemukan bahasanya," lanjutnya.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak, Klenggotan, Piyungan, Bantul, Yogyakarta tersebut, karya seni lahir dari kegelisahan kolektif yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagai contoh, ia menyebut teks Sumpah Pemuda sebagai karya yang lahir dari kesadaran dan kegelisahan bersama bangsa Indonesia pada masa penjajahan.
"Sumpah Pemuda adalah suara dari kegelisahan bersama suatu bangsa," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kiai Jadul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 dan Rakornas VII Lesbumi PBNU.
"Ucapan terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu mempersiapkan kegiatan, mengawal proses kegiatan, hingga kegiatan ini selesai," ungkapnya.
Menjelang penutupan, Kiai Jadul mengajak seluruh peserta membaca Surat Al-Kautsar sebanyak tiga kali serta Surat Al-'Asr sebagai ikhtiar memohon keberkahan kepada Allah swt.
Penutupan berlangsung secara simbolis dengan penyerahan cinderamata dari Lesbumi PBNU kepada Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha), yang diiringi pembacaan salawat sebagai penanda berakhirnya Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 dan Rakornas VII Lesbumi PBNU.
Kontributor: Miftakhul Jannah
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua