Jamaah Tarekat Qadiriyah-Naqsabandiyah Gelar Dzikir di Jakarta, Gubernur DKI Hadir
NU Online · Ahad, 25 Juli 2010 | 10:07 WIB
Jama’ah Tarekat Qadiriyah wan Naqsabandiyah menggelar majelis dzikir di halaman gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jl Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (25/7). Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Nasarudddin Umar hadir mengikuti acara dzikir ini.
Kegiatan Tarekat Qadiriyah wan Naqsabandiyah di berbagai daerah dilaksanakan oleh Jamaah Al-Khidmah. Ketua Umum Jamaah Al-Khidmah H Hasanuddin dalam kesempatan itu mengatakan, majelis dzikir ini dapat tersebar di berbagai penjuru negeri dan bahkan Malaysia dan Singapura berkat rintisan KH Asrori Al-Ishaqi (alm.), sang mursyid tarekat Qadiriyah wan Naqsabandiyah al-Utsmaniyah.<>
“Jamaah kita ini merupakan rintisan dari hadratus syeikh. Beliau telah memberikan teladan, dan menemani jamaah berzikir di berbagai daerah dan berziarah ke makam auliya,” katanya.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat memberikan sambutan menyatakan rasa syukur dilaksanakannya majelis dzikir rutin di wilayah yang dipimpinnya. Ia berharap umat Islam semakin bergairah dalam meningkatkan keimanan.
“Saya bersyukur sejak pagi kita telah berdzikir dan bersholawat. Kita yakin hal ini akan bermanfaat buat kita, tidak di akhirat tetapi juga di dunia,”katanya.
Mustasyar PBNU itu mengatakan, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang telah berlangsung lama di Jakarta. Melalui majelis dzikir dan mauled Nabi, ia berharap Jakarta akan semakin aman dan tentram.
“Semoga kegiatan dzikir dan maulid yang kita laksanakan dapat membawa kota Jakarta lebih dekat ke jalan Allah, kesejahteraan akan datang dan dilimpahkan kepada kita,” katanya.
Sementara itu majelis dzikir dimulai dengan istighotsah, lalu dilanjutkan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, tahlil dan shalawat. Taushiyah disampaikan Syekh Umar bin Hamid al-Jjailanidari Makkah yang merupakan cucu dari Syekh Abdul Qadir Al-Jilani. (nam)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua