Prof Johannes Surya, yang dikenal publik telah menghantarkan banyak siswa Indonesia menjuarai berbagai olimpiade ilmu pengetahuan di tingkat dunia mengajak para santri untuk melek matematika.
“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah anak yang tidak mendapat kesempatan dan guru yang mengajar dengan benar,” katanya dalam paparannya di hadapan ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf di gedung PBNU, Senin (20/12).<>
Hal ini telah dibuktikannya dengan mengajar sejumlah siswa, yang dianggap paling bodoh, belum bisa berhitung, dari daerah Papua untuk anak berumur 8-9 tahun, yang akhirnya hanya dalam waktu enam bulan terbukti bisa menyelesaikan soal-soal matematika untuk tingkat SMA.
Metode pengajarannya juga pernah diterapkan di pesantren Al Anwar di Banten, dengan mengetes lima orang anak yang belum bisa berhitung dengan benar. Dalam waktu yang sangat cepat, anak-anak tersebut memiliki kemampuan matematik yang luar biasa.
“Inputnya kayak apa saja, tetapi outputnya hebat, begitulah seharusnya pendidikan,” katanya.
Ia menuturkan, untuk membuat Indonesia menjadi negera maju seperti Singapura dan China, yang mampu melakukan perubahan dalam waktu 20 tahun, hal yang harus dilakukan adalah menciptakan para ilmuwan. Untuk itu dibutuhkan 30 ribu doktor yang merupakan titik massa kritis.
Jika ingin menjadikan Indonesia maju, tentu harus melibatkan NU yang merupakan organisasi massa Islam terbesar di Indonesia.
Ia berhadap dalam waktu lima tahun, mampu mengajarkan para santri untuk memahami matematika secara mudah, yang nantinya juga membuat mereka gampang belajar ilmu eksakta lainnya.
“Pelajaran yang seharusnya ditempuh di sekolah selama tiga tahun cukup diajarkan enam bulan saja, waktu lainnya bisa digunakan untuk belajar mengaji,” terangnya.
Untuk mempercepat proses pengajaran matematika secara mudah, Johannes Surya juga membuat “Gerakan Ibu Peduli Pendidikan” sehingga para ibu dapat mengajarkan matematika dengan mudah kepada anak-anaknya.
Ditegaskannya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negera maju, mengingat banyak sekali SDM yang berkualitas dan sumber daya alam yang melimpah yang bisa diolah.
Slamet Effendy Yusuf sepakat dengan apa yang diungkapkan oleh Johannes Surya dan ia sangat mendukung adanya peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren “Jika NU pinter, Indonesia pasti pinter,” tandasnya. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar
2
Khutbah Jumat: Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam
3
Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, Pesantren Tambakberas Gerak Cepat Siapkan Fasilitas
4
Khutbah Jumat: Keluarga sebagai Madrasah Pertama
5
Khutbah Jumat: Jangan Gadaikan Kejujuran demi Kepentingan Dunia
6
Sejarah Berdirinya Pesantren Tambakberas Jombang, Kembali Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
Terkini
Lihat Semua