Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) sukses menggelar munajat kubro dengan tujuan untuk keselamatan bangsa dan negera dan kedamaian di Indonesia sekaligus haul setahun wafatnya Gus Dur, Ahad, 26 Desember 2010.
Rangkaian acara munajat kurbo diawali dengan salat taubat, salat hajat, sholat lidafil bala’ dilanjutkan dengan dzikir dan doa yang dipimpin oleh para ahli tarekat muktabarah NU serta tausiyah dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dan Habib Muhzin bin Zein al Attaash.
/>
Dalam tausiyahnya, Kang Said berpesan agar para jamaah khusyuk dalam berdzikir. "Ketika hati kita khusyu', niscaya al haqq akan bersemayam di hati kita. Karena al Haqq tidak mungkin berada di hati atau tempat yang kotor," ajaknya.
Kang Said melanjutkan, "Dan al haqq juga tidak boleh dikalahkan hawa nafsu. Karena jika hawa nafsu telah menguasai hati, al Quran berkata, maka langit dan bumi akan rusak."
Kang Said juga mengajak kepada jamaah untuk bersama mendoakan arwah Gus Dur. "Semoga Gus Dur mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Gus Dur wafat dengan meninggalkan cerita yang baik. Contoh, dalam mengkritik, Gus Dur tidak pandang bulu. Entah itu keponakannya, saudaranya, temannya, atau siapapun," papar Kang Said.
Sementara itu, KH Abdul Manan Gani, Ketua LTMNU menyatakan, “Kita berdoa bersama agar bisa bangkit dan tetap tegar dalam menghadapi semua cobaan yang diberikan,” katanya kepada NU Online. (bil)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua